Bima Ayman Modjo, putra dari vokalis Sheila On 7, Akhdiyat Duta Modjo atau Duta, memulai langkahnya di industri musik dengan merilis single debut berjudul Rindu yang Lirih. Lagu tersebut resmi dirilis pada 23 Oktober 2026 di bawah naungan label Embassy Records.
Mengusung nuansa pop dengan sentuhan synthesizer, lagu ini menjadi wadah bagi Bima untuk menuangkan keresahan yang dekat dengan kehidupan anak muda.
Lewat Rindu yang Lirih, Bima bercerita tentang proses belajar menjadi lebih dewasa dalam menghadapi situasi yang tidak nyaman. Lagu ini menggambarkan seseorang yang berusaha mencari jalan keluar, tetapi juga belajar menerima keadaan ketika sesuatu tidak bisa dipaksakan.
Turut Melibatkan DutaDi balik perilisan single perdananya, Bima turut melibatkan sang ayah, Duta, dalam proses kreatif. Lirik-lirik yang ditulisnya saat senggang menjadi titik awal lahirnya lagu tersebut. Bima pertama menunjukkan tulisan-tulisannya kepada Duta sebelum akhirnya memulai proses workshop di Embassy Studio, Yogyakarta.
Dalam single ini, Duta bertindak sebagai produser, dibantu gitaris Widha Ari Arfian. Dari proses kolaborasi ayah dan anak itu, materi Rindu yang Lirih akhirnya dikembangkan hingga siap direkam.
Meski tumbuh di keluarga musisi, keseharian Bima selama ini lebih banyak diwarnai aktivitas sebagai atlet bulu tangkis. Musik menjadi bagian yang tak terpisahkan dari rutinitasnya, termasuk sebelum berlatih maupun bertanding.
Ia terbiasa mendengarkan lagu-lagu dari musisi idolanya untuk menjaga suasana hati dan membangkitkan semangat. Kebiasaan tersebut juga menjadi cara baginya untuk melepas beban dengan ikut menyanyikan lagu yang didengarkan.
Proses produksi Rindu yang Lirih dilakukan di beberapa studio di Yogyakarta. Rekaman gitar akustik, gitar elektrik, dan vokal berlangsung di Embassy Studio. Sementara itu, pengisian keyboard serta mixing dilakukan di Ladangunggul Studio, sedangkan rekaman drum, bass, dan mastering dikerjakan di Neverland Studio.
Bagi Bima, proses ini menjadi pengalaman rekaman pertamanya. Ia menyadari masih banyak hal yang perlu dipelajari dan ditingkatkan untuk mengembangkan karier musiknya ke depan.
Sebagai putra seorang musisi yang telah lama berkarya di industri musik Indonesia, Bima tentu berhadapan dengan ekspektasi publik. Namun, ia ingin menjadikan latar belakang keluarganya sebagai dorongan untuk terus berkembang, bukan sebagai beban.
Rindu yang Lirih pun menjadi langkah awal Bima untuk membangun identitasnya sendiri di industri musik. Ia juga tengah menyiapkan sejumlah lagu lain sebagai bagian dari perjalanan bermusiknya.
Melalui karya-karya tersebut, Bima ingin menunjukkan kemampuannya sebagai musisi sekaligus membuktikan bahwa ia mampu menulis ceritanya sendiri, tanpa hanya mengandalkan privilese sebagai anak seorang musisi terkenal.
Video lirik dari single Rindu Yang Lirih pun juga sudah dapat disaksikan melalui kanal YouTube Bima Ayman Modjo.





