JAKARTA -- Pusat perbelanjaan semakin dimanfaatkan sebagai ruang promosi produk ekonomi kreatif lokal sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen. Kolaborasi antara pengelola pusat perbelanjaan, pemerintah, dan komunitas kreatif membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk serta memperluas jangkauan pasar.
Salah satu kolaborasi tersebut berlangsung dalam festival Styles AsikFest 2026 yang diselenggarakan Lippo Malls Indonesia (LMI) di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, pada 20–25 Oktober 2026. Festival yang berlangsung selama enam hari itu memadukan kegiatan musik, fesyen, permainan digital, kuliner, dan pasar kreatif yang melibatkan pelaku usaha serta komunitas.
Baca Juga
Gelar WCCE 2026, Indonesia Rumuskan Cetak Biru Ekonomi Kreatif
Pasar Baru, Glodok Pecinan, dan Kota Tua Bakal Dijadikan Kawasan Ekonomi Kreatif
Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Daerah Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Dalam rangkaian festival tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif meluncurkan program Creative by Indonesia bertepatan dengan peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada Sabtu (24/10/2026). Peluncuran dilakukan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya sebagai upaya mengembangkan identitas dan daya saing produk kreatif Indonesia.
Program Creative by Indonesia ditujukan untuk mendukung pengembangan produk dan kekayaan intelektual lokal agar dapat menjangkau pasar nasional maupun global. Kolaborasi tersebut juga menghadirkan Ekraf Booth dan pasar kreatif sebagai sarana promosi serta interaksi antara pelaku usaha dan pengunjung.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Chief Marketing Officer Lippo Malls Indonesia Santiwati Basuki mengatakan, kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan pengunjung dengan pelaku usaha, kreator, dan komunitas. Menurut dia, pusat perbelanjaan dapat menjadi tempat interaksi langsung antara konsumen dan pelaku industri kreatif.
“Melalui Styles AsikFest, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar hiburan, tetapi juga pengalaman yang mempertemukan pelanggan dengan brand, kreator, dan komunitas. Kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif menjadi salah satu langkah nyata dalam membuka ruang yang lebih luas bagi pertumbuhan brand lokal dan industri kreatif Indonesia,” ujar Santiwati dalam keterangan tertulis, Ahad (25/10/2026).
Styles AsikFest 2026 merupakan penyelenggaraan kedua dari rangkaian Styles Signature Experiences yang dikembangkan LMI. Mengusung tema “2000s Hitz Banget”, festival tersebut menghadirkan penampilan musisi, kegiatan komunitas, kompetisi permainan digital, serta pasar kreatif yang mempertemukan produk lokal dengan pengunjung.
Selain menjadi tempat penyelenggaraan hiburan, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan karya dan berinteraksi dengan calon konsumen. Keterlibatan pemerintah melalui program Creative by Indonesia juga menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam pengembangan pasar produk kreatif lokal.
Seiring berakhirnya festival, LMI menyampaikan apresiasi kepada pengunjung, penyewa gerai, mitra, dan komunitas yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Manajemen juga menyampaikan permohonan maaf atas kemungkinan ketidaknyamanan selama acara berlangsung.
Santiwati mengatakan, masukan dari pengunjung akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan berikutnya. Evaluasi tersebut mencakup perencanaan acara, kesiapan penyelenggaraan, serta keamanan dan kenyamanan pengunjung.
“Setiap penyelenggaraan memberikan pembelajaran bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung. Ke depan, kami akan memperkuat perencanaan dan kesiapan penyelenggaraan kegiatan agar program-program yang kami hadirkan semakin relevan, berkualitas, serta mengutamakan keamanan dan kenyamanan pengunjung,” ujar Santiwati.
LMI berencana melanjutkan pengembangan kegiatan yang melibatkan pelaku usaha, komunitas, dan industri kreatif melalui Styles Signature Experiences. Program tersebut menjadi salah satu upaya perusahaan memanfaatkan pusat perbelanjaan sebagai ruang interaksi konsumen sekaligus promosi produk lokal.