Bahlil Tunda Ekspor Listrik ke Singapura, Ini Alasannya

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengkaji ulang rencana ekspor listrik ke Singapura karena kebutuhan listrik di dalam negeri masih tinggi. Pemerintah akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan domestik sebelum mempertimbangkan penjualan listrik ke negara lain.

Bahlil mengatakan, rencana ekspor listrik belum akan direalisasikan dalam waktu dekat. Pemerintah masih perlu menghitung kebutuhan listrik nasional dan mempertimbangkan kesiapan pasokan sebelum melanjutkan rencana tersebut.

"Kita sampai dengan hari ini masih melakukan kajian untuk tahapan proses ekspor listrik ke negara lain. Karena kita masih butuhkan listrik banyak di negara kita, jadi mungkin belum dalam waktu dekat kan ya. Tapi semuanya akan kita kaji lagi, kita hitung-hitung, kita timbang-timbanglah," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026.
  Kebutuhan listrik nasional jadi pertimbangan
Bahlil menilai Indonesia memiliki kebutuhan listrik yang besar, termasuk dari perkembangan industri dan pembangunan pusat data atau data center. Kebutuhan sektor tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan prioritas pemanfaatan listrik nasional.

Ia menyebut kebutuhan listrik untuk pusat data mencapai 20 gigawatt (GW). Menurut dia, besarnya kebutuhan tersebut membuat pemerintah perlu memastikan pasokan dalam negeri terpenuhi terlebih dahulu sebelum membuka peluang ekspor.


Menko bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto: tangkapan layar YouTube Kementerian ESDM.
 

Baca Juga :

Bahlil Cari Pemasok BBM Baru, India dan Tiongkok Dibidik


"Data center kita butuh 20 gigawatt. Kurang market apa kita? Saya tetap akan memprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri dulu. Setelah itu baru kita ekspor. Ini sesuai perintah Pasal 33 UUD 1945," jelas dia.

Dengan pertimbangan tersebut, pemerintah akan mengevaluasi kembali rencana ekspor listrik agar tidak mengesampingkan kebutuhan energi domestik.
  Kerja sama listrik dengan Singapura
Rencana ekspor listrik ke Singapura sebelumnya menjadi bagian dari kerja sama kedua negara dalam pengembangan energi bersih. Salah satu skema yang dibahas adalah ekspor listrik berbasis energi surya dari Indonesia ke Singapura.

Namun, rencana tersebut masih membutuhkan kajian lebih lanjut, terutama terkait kebutuhan listrik nasional, ketersediaan pasokan, serta kesiapan infrastruktur pendukung.

Pemerintah akan mempertimbangkan seluruh aspek tersebut sebelum menentukan kelanjutan rencana ekspor. Bahlil menegaskan, pemenuhan kebutuhan listrik di dalam negeri tetap menjadi prioritas, sedangkan ekspor baru dapat dipertimbangkan setelah kebutuhan nasional terpenuhi. (Selsha Septifanie Gunawan)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nurul Hasanah Promosikan Potensi Jember Lewat Konten Kreatif
• 18 jam lalueranasional.com
thumb
Transaksi Rp 1,55 T, Ini Daftar Saham yang Diborong Asing di Sesi I IHSG
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Kebakaran di Tamansari Jakarta, 22 Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Api yang Meluas | KOMPAS PETANG
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Yusril Ditanya Prabowo soal Apakah UNCAC Hanya Atur Suap: Saya Jawab Tidak
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Dictionary.com pilih "maxxing" sebagai Kata Tahun Ini 2026
• 5 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.