jpnn.com - PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) bersama Sekolah Relawan menyalurkan bantuan kepada sekitar 1.000 santri dan pengasuh di 10 pondok pesantren yang tersebar di Jawa Barat dan Banten.
Selain untuk memperingati Hari Santri Nasional ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap pendidikan inklusif bagi santri penyandang disabilitas.
BACA JUGA: Garudafood dan Prochiz Ajak 100 Santri Istimewa Belanja Baju Baru
Salah satu penerima bantuan adalah Pondok Pesantren Cahaya Qur’an di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang menjadi tempat belajar sekaligus tinggal bagi anak-anak penyandang disabilitas, khususnya tunanetra.
Dalam kegiatan tersebut, Garudafood menyerahkan bantuan berupa paket sembako, perlengkapan ibadah seperti mukena, sarung dan sajadah, serta sejumlah produk makanan. Sementara itu, sembilan pondok pesantren lainnya yang berada di Bogor, Sukabumi, Depok, dan Lebak menerima bantuan produk Garudafood.
BACA JUGA: Garudafood Siap Bagi Dividen Rp 350 Miliar
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood Dian Astriana kepada Kepala Pondok Pesantren Cahaya Qur’an Firman Sukmawirya.
"Hari Santri merupakan momentum untuk mengapresiasi semangat, ketekunan, dan kontribusi para santri dalam membangun bangsa, termasuk santri istimewa, teman-teman difabel yang terus belajar dan berkarya," ujar Dian, Senin (26/10).
BACA JUGA: Garudafood Fokus Dorong Digitalisasi UMKM Perempuan
Menurutnya, kegiatan sosial tersebut tidak hanya bertujuan membantu memenuhi kebutuhan para santri, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih inklusif.
"Melalui aksi langsung ini, Garudafood ingin menghadirkan lingkungan yang inklusif, membuka kesempatan yang setara, serta mendorong para santri untuk terus berkembang dan meraih potensi terbaiknya," katanya.
Sementara itu, Kepala Pondok Pesantren Cahaya Qur’an Firman Sukmawirya mengapresiasi bantuan yang diberikan. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar santri di pesantrennya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
"Mayoritas santri kami berasal dari keluarga yang kurang mampu. Donasi ini sangat berarti bagi kebutuhan sehari-hari dan memberi semangat bagi anak-anak," ungkap Firman.
Ia berharap perhatian berbagai pihak terhadap pendidikan anak-anak penyandang disabilitas terus meningkat sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan layak.
Pondok Pesantren Cahaya Qur’an berdiri sejak 2013 dan saat ini membina sebanyak 60 santri berusia 6 hingga 20 tahun. Para santri mendapatkan pendidikan Al-Qur’an menggunakan metode Braille, selain mengikuti pendidikan umum dan pembelajaran keterampilan.
Tidak hanya menyalurkan bantuan, Garudafood bersama Sekolah Relawan juga menggelar sejumlah kegiatan edukatif dan kreatif bagi para santri.
Kegiatan tersebut meliputi menanam menggunakan kids garden kit, melukis, hingga pembelajaran bahasa isyarat secara berkelompok. Sebanyak 20 relawan dari Sekolah Relawan turut mendampingi para santri selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan menanam dan melukis, para santri, khususnya penyandang tunanetra, diajak mengembangkan kreativitas sekaligus melatih kemampuan mengenali tekstur, bentuk, dan berbagai benda di lingkungan sekitarnya.
Aktivitas menanam juga diharapkan dapat menumbuhkan keterampilan dan kemandirian santri serta mendukung upaya penguatan ketahanan pangan di lingkungan pesantren.
Adapun kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Garudafood yang dijalankan melalui program Garudafood Sehati.
Program tersebut mencakup lima bidang utama, yakni lingkungan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan bantuan kemanusiaan.
Melalui program ini, Garudafood menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pendidikan yang inklusif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan dan penyandang disabilitas. (esy/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Mesyia Muhammad




