JAKARTA, KOMPAS.TV - Bahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan untuk mengakses informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, hingga peluang pendidikan dan karier.
Pengenalan Bahasa Inggris mulai dari sekolah dasar dapat menjadi bekal bagi anak untuk mengembangkan kemampuan berbahasa sejak dini.
Pemerintah Indonesia juga mendorong penguatan pembelajaran Bahasa Inggris melalui kebijakan yang akan menjadikan mata pelajaran tersebut wajib di sekolah dasar (SD) mulai tahun ajaran 2027/2028.
Kebijakan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025, yang mengubah ketentuan kurikulum sebelumnya. Sebelum menjadi mata pelajaran wajib, Bahasa Inggris masih dapat diselenggarakan sebagai mata pelajaran pilihan sesuai kesiapan satuan pendidikan hingga tahun ajaran 2026/2027.
Penguatan pembelajaran sejak dini diharapkan dapat membantu siswa membangun kemampuan komunikasi, memperluas wawasan, serta meningkatkan kepercayaan diri saat menggunakan bahasa asing.
Baca Juga: LEIT Buka 15 Cabang Baru, Perkuat Jaringan Kursus Bahasa Inggris di Indonesia
Peran Guru dalam Pembelajaran Bahasa InggrisPenerapan kebijakan tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama guru yang berperan langsung dalam proses belajar mengajar.
Selain menguasai materi, guru perlu mampu menyampaikan pelajaran dengan metode yang sesuai dengan usia dan kemampuan siswa
Salah satu upaya untuk mendukung persiapan tersebut dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN).
YPAN menggelar pelatihan Bahasa Inggris bagi 84 guru dan 40 kepala sekolah dari Kabupaten Banyuasin di Yogyakarta pada 25-28 Oktober 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, Yosi Zartini, mengatakan pelatihan tersebut penting untuk mempersiapkan guru menghadapi penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar.
“Pelatihan Bahasa Inggris bagi guru SD sangat penting dengan adanya Peraturan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) nomor 12 tahun 2024. Mata Pelajaran Bahasa Inggris yang sebelumnya pilihan akan menjadi mapel wajib pada tahun ajaran 2027/2028," kata Yosi dalam siaran pers yang diterima KompasTV pada Senin (26/10).
Sejumlah pembicara pelatihan Bahasa Inggris bagi 84 guru dan 40 kepala sekolah dari Kabupaten Banyuasin di Yogyakarta, 25-28 Oktober 2026. (Sumber: Istimewa)Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari berbagai materi, mulai dari tata bahasa dasar, pola kalimat dan ungkapan, bentuk kata kerja, hingga struktur kalimat yang lebih kompleks.
Program ini juga mencakup pengembangan kepemimpinan pembelajaran bagi kepala sekolah dan tenaga pendidik.
Baca Juga: Bahasa Inggris Jadi Pelajaran Wajib Siswa SD Mulai 2027, Kemendikdasmen Fokus Latih Guru
Partini, guru SDN 12 Muara Sugihan, Banyuasin, berharap materi yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di sekolahnya.
“Saya sungguh berharap banyak pada pelatihan ini. Pasalnya saya ingin menerapkannya di sekolah. Saya sendiri mengajar SD di desa pelosok yang perlu banyak bimbingan dalam bahasa Inggris,” ujar Partini.
Baca Juga: Berbahasa Inggris! Presiden Prabowo Tiba-tiba Berikan Hadiah ke Siswa Sekolah Rakyat
Penguatan pembelajaran Bahasa Inggris sejak dini membutuhkan kesinambungan antara kebijakan pendidikan, kompetensi guru, dan metode belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Dengan persiapan yang memadai, Bahasa Inggris diharapkan tidak sekadar menjadi mata pelajaran, tetapi juga keterampilan yang bermanfaat bagi perkembangan anak pada masa depan.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Laela Putri Rahmadani Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- bahasa inggris
- bahasa inggris mapel wajib 2027
- peraturan menteri pendidikan
- pembelajaran bahasa inggris





