PALEMBANG, KOMPAS.TV - Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menegaskan pemerintah pusat dan daerah bertanggung jawab dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah berlangsung berbulan-bulan.
Hal ini disampaikan Raja Juli saat berkunjung ke Palembang, Sumatera Selatan, Senin (26/10/2026). Raja Juli mengatakan, tanggung jawab pemerintah termasuk dukungan anggaran dan penyediaan sarana pemadaman.
“Saya ingin memastikan sekali lagi bahwa pemerintah pusat dan daerah hadir dan langsung bertanggung jawab terhadap proses penanganan karhutla di Sumatera Selatan,” kata Raja Juli dikutip dari Antara.
Baca Juga: Cara Cegah Kebakaran Lahan Gambut secara Permanen Menurut Pakar UGM
Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menambahkan, salah satu dukungan pemerintah pusat ditunjukkan melalui penyaluran bantuan presiden (banpres) senilai Rp200 miliar untuk penanganan karhutla di Sumatera Selatan.
Bantuan ini disebutnya disalurkan dalam dua tahap, yakni tahap pertama pada September 2026 dan tahap kedua pekan lalu.
Raja Juli menyatakan dana bantuan banpres ditransfer langsung ke rekening gubernur, bupati, dan wali kota untuk penanganan kebakaran di darah masing-masing.
Kata Raja Juli, bantuan sebesar Rp100 miliar tahap pertama disalurkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sebesar Rp30 miliar, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Rp20 miliar, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Rp20 miliar, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir Rp15 miliar, dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin Rp15 miliar.
Selanjutnya, bantuan tahap kedua sebesar Rp100 miliar disalurkan kepada 10 pemerintah daerah, yakni Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kabupaten Lahat, Muara Enim, Empat Lawang, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, OKU Timur, Musi Rawas, dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), masing-masing menerima Rp10 miliar.
Selain bantuan dana, Raja Juli menyatakan pemerintah juga menyediakan peralatan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta penggunaan dry ice.
Baca Juga: Habitat Satwa Terbakar Karhutla Gunung Ciremai, Bayi Surili Jawa Diselamatkan Relawan Pemadam
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- penanganan karhutla
- karhutla sumsel
- raja juli antoni
- kebakaran hutan dan lahan
- menteri kehutanan
- karhutla





