Brasil menolak kanan jauh 

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Sebelum Luiz Inacio Lula da Silva dari Partai Pekerja (PT) dinyatakan memenangkan Pemilu Brasil pada 25 Oktober, perhatian dunia sudah terfokus ke negara di Amerika Selatan itu.

Perhatian itu terutama berkaitan dengan pertanyaan "apakah Brasil juga akan jatuh ke pelukan kanan jauh (far-right) seperti belakangan terjadi di Amerika dan Eropa?"

Pertanyaan ini diajukan karena ada tren sejak 2024, negara demi negara jatuh ke pelukan politisi dan partai kanan jauh.

Kanan jauh adalah posisi politik yang berada di ujung paling kanan spektrum politik kiri-kanan. Kebalikannya adalah kiri jauh (far-left).

Jika "kanan" meyakini peran pemerintah harus dibatasi, maka "kiri" justru menginginkan pemerintah berperan besar dalam kehidupan masyarakat. Jika "kanan" mendukung gagasan kekuasaan yang terkonsentrasi, maka "kiri" justru merangkul gagasan pembagian kekuasaan politik. Jika kanan disebut konservatif, maka kiri disebut liberal.

"Kanan" cenderung menurunkan pajak kepada si kaya, melonggarkan regulasi bisnis, dan meyakini kompetisi swasta akan meningkatkan pelayanan publik. Sebaliknya, "kiri" cenderung menaikkan pajak untuk si kaya demi mendanai kesejahteraan sosial, serta memperketat regulasi usaha dari pemerintah.

Kira-kira itulah pengertian umum mengenai "kanan" dan "kiri" dalam spektrum politik.

Nah, banyak orang beranggapan bahwa dunia tengah bergerak ke kanan jauh, dengan menunjuk perkembangan politik di Amerika dan Eropa dalam hampir dua tahun ini, di mana partai politik dan politisi kanan-jauh sukses memenangkan pemilu.

Dalam hampir setahun ini saja, dari April 2025 sampai Juni 2026, lima negara di benua Amerika, yakni Ekuador, Bolivia, Honduras, Chile dan Kolombia, beralih ke kanan. Sementara negara yang sudah merangkul spektrum kanan seperti Peru, Argentina dan El Salvador semakin jauh ke kanan.

Di Eropa keadaannya tak begitu beda. Kanan jauh juga tengah menguat dan yang paling mencolok dari semua itu adalah kemenangan partai Alternatif Jerman (AfD) dalam Pilkada di negara bagian Saxony-Anhalt.

Namun ada juga pemerintahan kanan jauh yang jatuh, salah satunya Viktor Orban dari koalisi kanan jauh Fideszz-KDNP, yang tumbang dari jabatan perdana menteri Hungaria setelah dikalahkan Partai Tisza yang juga berspektrum kanan.

Baca juga: Lula menangi pilpres Brasil di putaran kedua, kalahkan Bolsonaro

Baca juga: Terpilih kembali, Lula berjanji memimpin seluruh rakyat Brasil

Benteng demokrasi

Oleh karena itu, di tengah kecenderungan politik kanan di beberapa negara, kemenangan Lula da Silva di Brasil adalah anomali, yang di satu sisi malah memberi energi positif untuk kaum kiri di banyak tempat di dunia ini.

Lula memenangkan Pemilu Brasil dengan dramatis. Kalah pada putaran kedua melawan senator Flavio Bolsonaro yang berspektrum kanan jauh dalam putaran pertama pada 4 Oktober, tapi kemudian menang dalam putaran kedua pada 25 Oktober.

Ini pertama kali dalam sejarah politik Brasil, seorang calon presiden yang kalah pada putaran pertama, berhasil menang pada putaran kedua. Kecenderungan yang sebelum ini terjadi adalah siapa pun yang kalah pada putaran pertama, maka akan kalah juga pada putaran kedua.

Lula juga tercatat sebagai presiden terpilih dari pemilu demokratis yang memegang rekor masa jabatan terpanjang di Brasil. Sejauh ini, ia telah memenangkan empat pemilihan presiden.

​Banyak pihak dibuat terpana oleh keberhasilan Lula membalikkan defisit 2,3 juta suara pada putaran pertama dari Flavio Bolsonaro, putra dari mantan presiden Jair Bolsonaro, yang sebelumnya dikalahkan Lula dalam pemilu Brasil empat tahun silam.

Tapi ajaib, hanya dalam waktu tiga pekan Lula balik mengalahkan Bolsonaro setelah mendapatkan tambahan 10,3 juta suara sehingga menang dengan 51,79 persen atau 64,2 juta suara, dibandingkan 59,8 juta suara yang didapatkan Flavio Bolsonaro.

Banyak pihak beranggapan bahwa keberhasilan Lula meraih tambahan 10,3 juta suara tidak lepas dari kepiawaiannya dalam menggaet pemilih, termasuk melalui tawaran inklusivitas dan komitmen perlindungan lingkungan.

Namun, ada pula yang beranggapan bahwa kemenangan tersebut mencerminkan kebijakan-kebijakan berhaluan kiri Presiden Lula yang masih mendapat tempat istimewa di hati sebagian besar rakyat Brasil.

Kemenangan ini juga merepresentasikan penolakan bagian terbesar rakyat Brasil untuk jatuh ke kanan jauh, yang dianggap lebih memecah belah masyarakat dan mendapatkan dukungan dari tokoh-tokoh kanan jauh lain di luar negeri, khususnya Presiden AS Donald Trump.

Di bagian lain, kemenangan Lula menjadi inspirasi yang jauh melintasi batas nasional Brasil.

Kemenangan itu memberi pesan kepada dunia bahwa Brasil tetap menjadi benteng pertahanan melawan kebangkitan kanan ekstrem di berbagai belahan dunia.

Negara demokrasi terbesar keempat di dunia itu telah mematahkan tren tersebut guna menjadi simbol kemenangan politik yang menginspirasi para pendukung demokrasi di tempat lain di dunia ini.

Baca juga: EU sambut kemenangan Lula, janji pererat hubungan dengan Brasil

Menepis kutukan

Lula juga berhasil menepis "kutukan petahana" di Amerika Latin. Dalam kurun sepuluh tahun terakhir ini ada kecenderungan di kawasan itu bahwa pihak yang sedang berkuasa, akan kalah dalam pemilu setelah pengadilan elektoral oleh rakyat itu menghukum mereka akibat gagal menekan inflasi dan ketidakamanan, serta jatuh dalam stagnasi ekonomi.

Kondisi ekonomi Brasil sendiri sebenarnya cukup baik, tapi sayang tidak dirasakan merata oleh rakyatnya.

Seharusnya itu membuat Lula kalah, tapi Lula justru mampu menutup kelemahan ini dengan berbalik menang pada putaran kedua 25 Oktober.

Di sisi lain, kemenangan Lula menjadi alarm untuk Amerika Serikat, khususnya Donald Trump, yang kentara berusaha memerangkap negara-negara lain di benua Amerika, dalam perang tarif, ancaman, dan patronase politik.

Flavio Bolsonaro sendiri memosisikan dirinya sebagai mitra pilihan AS di Amerika Selatan. Tapi ternyata, mayoritas rakyat Brasil menolak posisi ini, dengan tetap memilih Lula.

Trump sendiri bakal menghadapi pertarungan keras melawan kekuatan spektrum kiri di AS dalam Pemilu Sela 4 November, yang diprediksi bakal menghasilkan dewan legislatif yang sangat berseberangan dengan Trump.

Para pemimpin kanan jauh seperti Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga tengah menghadapi pengadilan elektoral ketika Israel menggelar Pemilu pada 27 Oktober ini.

Walau kemenangan Lula juga ditebus dengan situasi sulit karena kubu Bolsonaro memenangkan suara mayoritas di parlemen, tapi pesan dari Brasil sudah menjadi semangat untuk pemimpin-pemimpin lain di dunia ini yang tengah berusaha merontokkan rezim kanan jauh yang rata-rata pemecah belah dan menolak inklusivitas.

Lula memang masih menghadapi gugatan hasil pemilu dari kubu Bolsonaro, tapi sejak Brasil merangkul pemilu demokratis, tak ada gugatan yang bisa membatalkan hasil pemilihan presiden negara itu.

Ayah Flavio Bolsanaro, yakni Jair Bolsonaro, juga menggugat hasil pemilu 2022 yang dimenangkan Lula.

Jair malah diadili untuk kemudian divonis penjara 27 tahun karena terbukti bersalah merancang kudeta militer agar tetap berkuasa setelah kalah melawan Lula pada pemilu 2022 itu.

Jalan masih belum mulus untuk Lula, tapi semesta sepertinya masih akan berpihak kepadanya, dan bagian terbesar rakyat Brasil yang memilihnya.

Baca juga: Bolsonaro tolak akui hasil penghitungan suara pemilu Brasil

Baca juga: Putin ucapkan selamat atas kemenangan Lula di pilpres Brasil

Baca juga: Pemimpin Amerika Latin ucapkan selamat atas kemenangan Lula


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kondisi Terkini Ojol yang Dilindas Sopir BYD Melamun di Blok M
• 11 jam laludetik.com
thumb
Kecelakaan BYD Lindas Ojol, Polisi Dalami Fungsi Gas dan Rem
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Perbandingan Ketegasan Klub Indonesia Seputar Pemecatan Pelatih dengan Liga Lainnya di ASEAN: Thailand Ternyata Juga Kejam!
• 11 menit lalubola.com
thumb
Malaysia minta penjelasan Myanmar soal 300 pengungsi yang ditahan
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Jadwal Liga Voli Korea Pekan Ini: Ada Big Match GS Caltex Vs Expressway Hi-Pass, Megawati Hangestri Main Kapan?
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.