Praktik Licik di Balik Tunggakan Pajak McLaren Ratusan Juta

liputan6.com
4 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Yudariansyah kaget bukan main. Tiba-tiba, dia mendapat tagihan tunggakan pajak mobil mewah sebesar Rp 137,4 juta. Padahal, sehari-hari, dia hanya bekerja sebagai mekanik bengkel di Kota Tangerang.

Yuda tinggal di sebuah perkampungan di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Rumahnya tiba-tiba didatangi petugas Unit Pelaksana Teknis Daerah Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (UPTD Samsat) Ciledug. Dia dinyatakan menunggak pajak mobil mewah jenis McLaren 570S AT.

Advertisement

BACA JUGA: Mekanik yang Ditagih Pajak Mobil Mewah Rp 137 Juta Ternyata Masuk Desil 3

Kondisi rumah Yudariansyah juga amat sederhana. Dindingnya terbuat dari batu bata merah. Untuk mencapai rumahnya, orang harus melewati gang sempit di perkampungan yang hanya cukup dilalui satu mobil roda empat secara bergantian.

Yuda mendadak bengong. Dia bahkan tak pernah bermimpi memiliki mobil mewah buatan Inggris itu. Kepada petugas Samsat, Yuda mengeluhkan bagaimana mungkin dirinya bisa membeli mobil seharga miliaran rupiah. Dengan hidup pas-pasan dan bekerja serabutan, membeli supercar seharga miliaran rupiah merupakan hal yang mustahil.

"Saya mah kuli, boro-boro beli mobil mewah, makan aja harus nyari duit dulu tiap hari," ujar Yuda seperti diungkap Plt Kepala Samsat Ciledug, Idam Kholid.

Kejadian ini bermula saat seorang kerabat memberi tahu bahwa ada petugas Samsat Ciledug yang datang ke rumahnya pada Jumat (23/10/2026). Mereka mendatangi rumah Yudariansyah untuk mengklarifikasi kepemilikan mobil tersebut.

"Saya kaget saja pas dapet WA dari tetangga ngasih informasi kalau ada orang Samsat mau nagih pajak karena punya mobil sport, atuh saya bingung mobil sport dari mana," katanya.

Identitas Yuda kemudian ditelusuri petugas Dinas Sosial Kota Tangerang. Dari hasil penelusuran, Yudariansyah diketahui masuk desil 3 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Artinya, Yuda termasuk kelompok warga dengan tingkat kesejahteraan relatif rendah.

 

Nama mekanik bengkel diduga dicatut data kepemilikan McLaren (Foto: Pramita/Liputan6.com)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pedagang Mobil Listrik Bekas Kian Selektif, Incar Unit Usia Tak Lebih 3 Tahun
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kesal Tak Dapat Salep, Oknum Kades di Bangkalan Pukul Perawat Puskesmas
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Program Gentengisasi, 2,4 Juta Genteng Produksi Majalengka Siap Dikirim
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sopir Mobil BMW Lawan Arus Tabrak Motor di Kotabaru Yogyakarta, Lansia Luka-luka
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Berkaca dari Kasus Pria 'Imam Mahdi' Bangkalan, Kenapa Masih Banyak yang Mudah Percaya? MUI Beri Penjelasan
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.