BANGKALAN, iNews.id – Petugas medis bernama Miftahul Khoir, yang bertugas di Puskesmas Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, diduga menjadi korban penganiayaan oknum kepala desa (kades).
Aksi penganiayaan tersebut terjadi lantaran oknum kades berinisial SU emosi dan tidak terima saat mengetahui obat salep yang diinginkannya tidak ada dalam bungkusan resep yang diberikan pihak puskesmas.
Dalam rekaman kamera CCTV puskesmas, oknum kades di kawasan Kecamatan Kwanyar tersebut terlihat datang dalam kondisi marah-marah.
Puncak kemarahannya meluap hingga tega melakukan kontak fisik dan memukul korban di area UGD Puskesmas Kwanyar.
Korban, Miftahul Khoir, menceritakan insiden itu bermula saat pelaku datang berobat untuk menangani luka akibat penyakit kencing manis yang dideritanya. Setelah menjalani perawatan, pelaku menerima bungkusan obat dari petugas. Namun saat diperiksa, obat jenis salep yang biasa digunakannya tidak ada.
Baca Juga:Pemprov DKI Tegaskan Jalur Sepeda Tetap Bertahan, Evaluasi Hanya Mencakup Stick Cone-Planter BoxTersinggung dan emosi, pelaku lantas menuduh perawat puskesmas tidak memberikan pelayanan medis dengan baik. Padahal, saat itu stok obat salep yang dimaksud memang sedang kosong.
"Bapak tersebut langsung bilang, 'Ini petugas yang tidak mau ngasih obat salep,' sambil menarik kerah baju saya. Terus beliau memukul kena dada kiri saya. Saya mundur dan dilerai teman-teman. Di sepanjang lorong UGD dia masih emosi dan terus menantang," kata Miftahul Khoir saat menceritakan kronologi kejadian.
Kendati petugas medis lainnya telah berusaha melerai dan menyampaikan permohonan maaf apabila terjadi kekurangnyamanan, oknum kades tersebut tetap dikuasai emosi dan terus mencecar petugas.
Tak terima atas perlakuan arogan dan tindak kekerasan yang dialaminya saat menjalankan tugas pelayanan publik, Miftahul Khoir bersama kuasa hukumnya langsung melakukan visum di rumah sakit dan melaporkan insiden ini secara resmi ke Polres Bangkalan.
Saat ini, kasus dugaan penganiayaan terhadap petugas medis tersebut tengah dalam proses penanganan dan penyidikan intensif oleh Satreskrim Polres Bangkalan.
#jatim




