JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kini tengah melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) secara masif di sejumlah wilayah Indonesia, untuk menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/10/2026).
"Sekarang pelaksanaan operasi modifikasi cuaca dilakukan secara masif," ujar Fasial.
"Ini mungkin salah satu operasi terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia."
Baca Juga: Ampuhkah Modifikasi Cuaca saat Musim Kemarau Atasi Karhutla? Ini Penjelasan Pakar UGM
Menurut penuturannya, dalam operasi modifikasi cuaca ini sebanyak 15 pesawat dikerahkan di tiga provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.
Dengan rincian, sembilan pesawat yang aktif di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, Serta enam pesawat di Sumatera Selatan.
Dijelaskan Fasial, pihaknya mencatat potensi pertumbuhan awan di Kalimantan Tengah cukup tinggi selama lima hari terhitung sejak Senin.
Sementara di Sumatera Selatan, potensi pertumbuhan awan diprediksi mengalami peningkatan mulai Selasa dan berlangsung hingga lima hari ke depan.
"Kami akan bekerja keras untuk memadamkan semaksimal mungkin kebakaran yang terjadi, khususnya di dua provinsi yang saat ini masih memiliki tingkat kebakaran cukup tinggi, yaitu Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah," tegasnya, dikutip dari Antara.
Dia turut menyampaikan, dalam modifikasi cuaca tersebut, BMKG memanfaatkan kombinasi bahan dry ice dan Natrium klorida (NaCl) atau garam. Hal tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pembentukan hujan.
Operasi ini didukung oleh armada pesawat milik TNI, termasuk pesawat Hercules, CN-295
Fasial pun berharap, operasi modifikasi cuaca yang dilakukab BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, dan TNI ini dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan, guna membantu memadamkan karhutla.
Baca Juga: Asap Karhutla Sampai ke Jakarta, Rano Karno Sebut Pemprov DKI Siapkan Water Mist dan OMC
Pemetaan wilayah berisiko tinggi alami kebakaranSelain operasi modifikasi cuaca, BMKG juga menyiapkan pemetaan mingguan hingga akhir November 2026 untuk mengidentifikasi wilayah yang berisiko sangat tinggi dan tinggi mengalami kebakaran.
"Datanya sudah kami siapkan per minggu hingga akhir November," tuturnya.
"Kami juga sudah memetakan kecamatan-kecamatan yang berpotensi mengalami kebakaran dengan tingkat risiko sangat tinggi dan tinggi."
Langkah tersebut, sebut Faisal, digunakan untuk membantu menentukan wilayah prioritas dalam upaya antisipasi karhutla.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- bmkg
- operasi modifikasi cuaca
- karhutla
- kebakaran hutan
- sumatera
- kalimantan





