Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) berkolaborasi dengan Kodam XIV/Hasanuddin sukses merampungkan pembangunan 40 unit rumah layak huni di Kabupaten Takalar. Program pengentasan kemiskinan ekstrem yang menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ini berhasil diselesaikan dalam kurun waktu empat bulan.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memaparkan bahwa program bedah rumah ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 juta untuk setiap unitnya. Penerima bantuan dipilih melalui proses seleksi ketat berdasarkan 10 parameter kemiskinan ekstrem. Sasaran utamanya adalah rumah dengan kondisi rusak berat, seperti konstruksi bangunan yang miring di atas 45 derajat, atap bocor, dinding rapuh, hingga tidak adanya fasilitas sanitasi dan akses air bersih.
"Kita intervensi secara penuh rumah-rumah ini bekerja sama dengan jajaran Kodam XIV/Hasanuddin. Saat ini, masih ada sekitar 1.300 rumah tidak layak huni di Takalar, dan untuk skala se-Sulawesi Selatan diperkirakan mencapai 50.000 rumah. Pembangunannya akan terus kita kerjakan secara bertahap menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah," jelas Andi Sudirman dikutip dari Prioritas Indonesia, Metro TV, Senin 26 Oktober 2026.
Baca Juga :
Pembangunan Stadion Untia Makassar Masuk Tahap Penimbunan LahanPangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menegaskan dukungan 100 persen terhadap inisiatif Pemprov Sulsel yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar rakyat. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan taraf hidup masyarakat yang kesulitan.
Selain program perumahan, Mayjen Bangun Nawoko mengungkapkan bahwa TNI juga tengah merampungkan pembangunan tanggul pengendali banjir di Luwu Utara yang telah mencapai progres 90 persen. Infrastruktur ini krusial untuk memulihkan ribuan hektare lahan pertanian di tiga desa yang kerap terendam banjir selama tiga tahun terakhir.
Bantuan fisik bernilai puluhan juta ini memberikan napas baru bagi warga penerima manfaat. Melisa Saputri, salah satu warga yang rumahnya dibedah, mengaku hidup dalam kekhawatiran sebelum program ini menyentuh kediamannya.
"Rumah saya dulu sudah tidak layak dihuni. Sengnya bocor, papannya roboh, apalagi dinding anyaman bambunya sudah runtuh semua. Saya sangat takut tinggal di sana, tapi alhamdulillah sekarang saya sangat berterima kasih kepada Pak Gubernur atas bantuan bedah rumah ini," tuturnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan program pembangunan rumah layak huni ini dapat terus diperluas pada tahun 2027 dengan menyasar sejumlah kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Selatan.




