Ahli Sebut AI Bisa Bikin Setiap Pekan Terasa Seperti Langit Runtuh di Internet

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

Kemajuan kecerdasan buatan (AI) dalam menemukan celah keamanan perangkat lunak diperkirakan bakal memicu lebih banyak gangguan di internet. Sejumlah pakar dan praktisi keamanan siber menilai pekan-pekan penuh kepanikan seperti yang baru terjadi ini akan menjadi hal biasa.

Peringatan itu mencuat setelah situs-situs pemerintah di Eropa dan sejumlah kawasan lain mengalami gangguan sejak Rabu (21/10). Penyebabnya, penemuan kelemahan pada PHP, bahasa pemrograman yang digunakan sangat luas di internet.

Laporan Reuters pada Jumat (23/10) menyebutkan banyak operator buru-buru memperbaiki sistem karena khawatir peretas melancarkan serangan massal. Sebagian bahkan memilih menurunkan situsnya sementara karena tidak sempat menambal celah tepat waktu.

CEO Cloudflare Matthew Prince mengungkapkan bahwa ia mengetahui masih ada sejumlah celah serius di perangkat lunak vital lainnya. Menurutnya, kecerdasan buatan alias AI akan terus membongkar kelemahan yang selama ini tersembunyi di infrastruktur internet.

“Saya kira kita akan melewati beberapa tahun di mana setiap pekan terasa seperti langit runtuh,” ujar Prince dikutip Reuters, Kamis (23/10).

Meski begitu, Prince tetap optimistis. Ia menggambarkan situasi ini seperti mengusir monster dari rumah hantu: prosesnya menakutkan, tetapi jauh lebih baik daripada membiarkan ancaman bersembunyi tanpa diketahui. Ia yakin banyak celah pada akhirnya akan berhasil dibereskan.

Peneliti firma intelijen ancaman VulnCheck, Patrick Garrity, menyebut kehebohan PHP terjadi di pekan yang memang sudah sibuk. Dalam sepekan itu juga terungkap celah pada Node.js dan Plex, pembobolan yang berkaitan dengan LiteLLM dan Railway, serta penggunaan kunci kriptografi yang sangat lemah oleh otoritas sertifikat India, eMudhra.

Garrity memperkirakan rentetan kejadian ini bukan kebetulan. “Kalau dalam seminggu saja ada empat atau lima kejadian seperti ini, saya kira masih akan jauh lebih banyak lagi,” katanya.

Ia menambahkan, setiap sistem yang terhubung ke internet kini berisiko menghadapi situasi darurat serupa. Riset VulnCheck yang akan dirilis dalam beberapa hari mendatang menunjukkan jumlah celah yang ditemukan tahun ini naik dua kali lipat dibanding tahun lalu, dengan AI disebut sebagai salah satu pendorongnya.

Di sisi lain, tidak semua pakar sepakat bahwa lonjakan temuan celah otomatis berarti lonjakan serangan. Ramy Rahman, senior principal solutions engineer di ArmorCode, mengingatkan bahwa jumlah celah yang diungkap tidak selalu sebanding dengan serangan yang sukses.

“Lebih banyak celah yang diungkap tidak otomatis berarti lebih banyak serangan yang berhasil,” kata Rahman.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Besok Ribuan Mahasiswa Demo di Jakarta, Pramono Harap Aksi Berlangsung Happy-happy
• 41 menit laluokezone.com
thumb
Kemenhub: Harga Tiket Pesawat Natal-Tahun Baru Turun hingga 13%
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kecelakaan 2 Truk dan Motor di Mojokerto, Sopir Terjepit hingga Patah Kaki
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Keanu Reeves Ganti Alan Ritchson Jadi Bintang Utama Film Action Netflix, Maelstrom
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Nusron Dua Kali Mangkir, KPK Ungkap yang Sedang Dikaji Penyidik
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.