Bahlil Timbang Ulang Ekspor Listrik ke Tetangga, Ini Alasannya

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Konpres ketahanan pangan energi nasional, Senin (26/10/2026). (Tangkapan layar youtube ESDM)


Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana ekspor listrik ke negara lain masih dalam pertimbangan, mengingat kebutuhan di dalam negeri masih cukup besar.

Bahlil mengatakan pemerintah belum dapat merealisasikan ekspor listrik dalam waktu dekat. "Kita sampai dengan hari ini masih dalam kajian untuk tahapan proses ekspor listrik ke negara lain, karena kita masih butuhkan listrik banyak di negara kita, jadi mungkin belum dalam waktu dekat ya," kata Bahlil dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Selasa (27/10/2026).

Pihaknya juga akan menghitung ulang rencana ekspor listrik seiring dengan meningkatnya kebutuhan listrik di dalam negeri. "Semua kita akan kaji lagi, kita hitung-hitung lagi, kemudian kita timbang-timbang lagi, karena kebutuhan di dalam negeri lebih prioritas," terang Bahlil.


Baca: Ada Perusahaan Asing Diduga Menambang di Kebun Sawit RI Tanpa Izin



Ketika ditanya alasan kenapa ekspor listrik masih perlu dikaji kembali, dia menegaskan bahwa kebutuhan di dalam negeri potensinya lebih besar. Apalagi, lanjutnya, Indonesia akan meningkatkan kapasitas data center hingga 20 Giga Watt.

"Data center kita butuh 20 Giga Watt, masih kurang marketnya? Saya tetap prioritaskan untuk kebutuhan di dalam negeri, setelah itu kalau di kita sudah cukup, baru ekspor ke luar negeri," ujarnya.

Hal ini, menurutnya, sesuai dengan Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yang menjelaskan segala bentuk kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. "Ini sesuai perintah Pasal 33 UUD 1945," tegas Bahlil.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:
Soal Gas Singapura, Bahlil: Jangan Ajari Kami Soal Komitmen Kontrak

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BNPB Evaluasi Penanganan Karhutla Bromo Setelah Enam Warga dan Petugas Meninggal | KOMPAS PETANG
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Karhutla Kalimantan Tengah Belum Padam, 11.786 Hektare Lahan Masih Terbakar
• 21 jam laludisway.id
thumb
Gran Max Diganti Mikrobus, Daya Tampung Feeder WiraWiri Surabaya Jadi 24 Penumpang
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bukan Sekadar Label, Ini Beda Cara FTSE dan MSCI Menilai Pasar Saham RI
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Gubernur BI soal Rupiah di Atas Rp 18.000 per Dolar AS: Ini Volatilitas Biasa
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.