Jakarta, VIVA– Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pernah mengungkap cerita di balik keputusannya membeli sejumlah mobil. Ia mengaku selama bertahun-tahun lebih memilih menggunakan mobil tua dan mengalokasikan uangnya untuk tabungan serta kebutuhan keluarga.
Purbaya mengatakan, dirinya terbiasa menghitung kebutuhan keuangan keluarga untuk jangka panjang. Perhitungan itu mencakup kebutuhan tahunan hingga biaya pendidikan anak sampai lulus sekolah.
“Kita selalu hitung itu, kebutuhan saya, setahun seperti apa, dua tahun seperti apa. Waktu itu saya selalu hitung, sampai anak saya lulus sekolah, saya sudah hitung terus,” ujarnya di siniar seperti dikutip VIVA, Selasa (27/10/2026)
Kebiasaan tersebut membuat Purbaya tidak menjadikan mobil mewah sebagai prioritas. Ia mengaku lebih memilih mempertahankan kendaraan lama selama masih bisa digunakan.
“Makanya saya nggak punya mobil mewah tadinya,” katanya.
Namun, kebiasaan menggunakan mobil tua itu berubah setelah kendaraannya mengalami kerusakan di jalan. Purbaya menceritakan, mobil lamanya pernah mogok ketika digunakan hingga membuat sang istri menangis.
“Saya mobilnya dulu tua-tua, sampai suatu saat mobil tua saya rusak di jalan, istri saya nangis-nangis, karena mobilnya mogok,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut kemudian mendorong Purbaya membeli mobil yang lebih baru, yakni kendaraan keluaran 2019. Mobil itu sempat menjadi perhatian warganet setelah koleksi kendaraannya ramai dibahas di TikTok.
Purbaya juga mengaku keputusan membeli mobil tidak terlepas dari protes sang istri. Ia bahkan sempat disebut terlalu pelit karena tidak kunjung mengganti kendaraan yang sudah digunakan selama bertahun-tahun.
“Karena dia bilang, kamu suami pelit, mobil udah puluhan tahun nggak beli-beli,” tuturnya.
Meski akhirnya membeli mobil baru, Purbaya menegaskan bahwa keputusan tersebut tetap didasarkan pada perhitungan keuangan. Ia memastikan uang yang dikeluarkan tidak mengganggu kebutuhan keluarga maupun tabungan yang telah disiapkan.
“Dan uangnya ditaruh, ditabung, jadi uangnya ada. Itu pun dengan hitungan, kalau saya keluarin sekian, uang saya masih cukup,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan keuangan perlu dilakukan secara terencana agar pengeluaran besar tidak mengganggu kebutuhan di masa mendatang.





