Gencatan Senjata Rusia-Ukraina di Oleshky yang Dimediasi Melania Trump Mulai Berlaku

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Oleshky: Gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina di kota Oleshky yang dimediasi oleh Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Melania Trump, mulai berlaku pada Selasa pukul 01.00 waktu setempat.

Oleshky adalah kota di Ukraina yang kini dikuasai Rusia. Adapun kesepakatan ini ditujukan untuk memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan serta evakuasi warga sipil.

Gedung Putih mengeluarkan pernyataan resmi pada Jumat 23 Oktober lalu yang mengonfirmasi bahwa Ibu Negara berperan sebagai "mediator eksklusif" dalam mencapai kesepakatan berskala lokal tersebut.

Langkah ini diambil di tengah kian parahnya kekurangan pangan, obat-obatan, dan air bersih di Oleshky, sebuah kota garis depan yang terletak di tepi timur Sungai Dnipro, di wilayah Kherson, Ukraina selatan.

Menurut Gedung Putih, penduduk setempat juga harus menghadapi terbatasnya akses listrik, jalan yang dipasangi ranjau, serta serangan militer yang terus berulang.

"Situasi di Oleshky sangat mengerikan. Oleshky adalah kota garis depan yang berada di ambang bencana," ujar Melania Trump, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa 27 Oktober 2026.

"Sangat jelas bahwa tanpa intervensi saya, upaya untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke dalam kota dan mengevakuasi warga lanjut usia akan mustahil dilakukan,” imbuh Melania.

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Valery Gerasimov, menyatakan bahwa Moskow akan menerapkan "rezim penghentian pertempuran" (regime of silence) di wilayah Kherson mulai pukul 04.00 waktu Moskow pada tanggal 27 Oktober guna memfasilitasi operasi kemanusiaan.

"Demi menjamin keselamatan penduduk dan penyaluran pasokan kemanusiaan yang esensial, akan dilakukan pengintaian teknis (engineering reconnaissance), serta fasilitasi jalur aman bagi konvoi kemanusiaan menuju permukiman Oleshky di wilayah Kherson," demikian pernyataan Gerasimov sebagaimana dikutip oleh Kementerian Pertahanan Rusia.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina menyatakan akan menerapkan gencatan senjata lokal mulai pukul 03.00 waktu Kyiv pada hari yang sama, guna menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada penduduk Oleshky serta memastikan evakuasi warga sipil berlangsung dengan aman dan tanpa hambatan.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, perwakilan warga sipil dari Rusia dan Ukraina akan melakukan penilaian terhadap kebutuhan penduduk. Mereka yang ingin pergi akan mendapatkan transportasi terkoordinasi menuju tujuan di salah satu dari kedua negara tersebut.

Selain itu, sebuah organisasi media AS akan mendampingi tim terkait untuk mendokumentasikan seluruh prosesnya, menurut keterangan Gedung Putih. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa durasi operasi tersebut belum dapat dipastikan, namun ia mencatat bahwa operasi itu mungkin berlangsung selama beberapa hari.

Gencatan senjata ini terjadi di tengah aksi saling tuding antara Moskow dan Kyiv terkait krisis kemanusiaan yang kian memburuk di Oleshky, sebuah kota yang diduduki oleh pasukan Rusia pada 2022.

Sebelum perang, Oleshky memiliki populasi sekitar 24.000 jiwa, namun menurut perkiraan, kini hanya tersisa 1.700 hingga 2.000 orang, sebagian besar di antaranya adalah warga lanjut usia yang tidak mampu untuk pergi.

Runtuhnya Bendungan Nova Kakhovka di Ukraina selatan pada Juni 2023 memicu banjir besar di wilayah sekitar, termasuk Oleshky.

Bencana ini menghancurkan rumah-rumah warga dan memaksa ribuan orang untuk mengungsi. Baik Ukraina maupun Rusia saling menuduh pihak lawan sebagai pihak yang sengaja menghancurkan bendungan tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MenPAN apresiasi Pemkab Jember tidak putus kontrak PPPK paruh waktu
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Baru Sehari Ditahan, Eks Bupati Gowa Minta Penangguhan karena Maag Akut
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
PSS Menjamu Borneo FC, Pieter Huistra Sebut Suporter Bisa Jadi Pemain Tambahan di Lapangan
• 7 jam lalubola.com
thumb
China dan Rusia Kompak Ucapkan Selamat atas Kemenangan Lula da Silva di Pilpres Brasil
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
MRC Bulukumba Pertanyakan Hak Suara di KLB PSSI Sulsel, Arum Spink Minta Klarifikasi
• 19 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.