Kabar Baik! Pengangguran Indonesia Turun Jadi 4,65 Persen pada 2026, Terendah dalam 32 Tahun?

disway.id
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Perkembangan indikator ketenagakerjaan nasional pada tahun 2026 mencatatkan tren positif yang sejalan dengan penguatan berbagai variabel ekonomi makro Indonesia.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional berhasil ditekan hingga menyentuh angka 4,65%.

Angka ini menandai capaian terendah pengangguran dan mendekati level stabilitas ketenagakerjaan sejak 1994.

BACA JUGA:KemenHAM Tegaskan Prinsip HAM dalam Dunia Bisnis, Penerapan Wajib PRISMA Ditargetkan Mulai 2028

“Pemerintah terus memantau dinamika ketenagakerjaan sebagai salah satu indikator utama kesejahteraan masyarakat dan efektivitas kebijakan ekonomi. Capaian TPT 4,65% ini mencerminkan keberhasilan berbagai program dorongan sektor riil dan investasi dalam memfasilitasi kebutuhan pasar kerja,” ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto di Jakarta.

Secara metodologi standar internasional (International Labour Organization/ILO) dan BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) diukur dari persentase jumlah pencari kerja terhadap total angkatan kerja nasional.

Capaian TPT sebesar 4,65% di tahun 2026 menjadi bukti nyata kuatnya daya serap pasar kerja nasional, di mana perekonomian mampu membawa rasio pengangguran kembali menyentuh level yang nyaris serendah tahun 1994 sebesar 4,36%.

Keberhasilan tersebut mencerminkan efektivitas pemulihan ekonomi nasional yang berjalan secara konsisten.

BACA JUGA:Pemerintah Naikkan Target Bedah Rumah 2026 Jadi 400.000 Unit, Maruarar Sirait Ungkap Program Rumah Subsidi

Capaian ini menjadi kian signifikan mengingat basis angkatan kerja Indonesia di tahun 2026 telah berkembang pesat mencapai 155,41 juta orang, atau hampir dua kali lipat dibanding basis angkatan kerja pada era 1990-an yang berada di kisaran 83,32 juta orang.

Mampu menekan TPT hingga mendekati level terendah di tengah basis angkatan kerja yang melonjak masif menegaskan pesatnya penciptaan dan penyerapan lapangan kerja baru di berbagai sektor ekonomi.

Sebagai perbandingan perjalanan historis ketenagakerjaan nasional, indikator TPT sempat mengalami lonjakan signifikan pada periode 2005 yang menyentuh 11,24%, akibat lesunya penyerapan tenaga kerja dan tekanan ekonomi domestik pasca krisis moneter yang belum menunjukkan perbaikannya, serta gejolak pandemi COVID-19 pada 2020 sebesar 7,07%.

BACA JUGA:Yusril Singgung Kredit Macet Era Covid, Minta Kerugian Bisnis Tak Langsung Dijerat Korupsi

Tren penurunan yang konsisten hingga mencapai 4,65% di tahun 2026 menunjukkan efektivitas penanganan ekonomi dan pemulihan daya saing industri nasional.

“Pemerintah terus berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas angkatan kerja melalui program pelatihan vokasi, upskilling, dan peningkatan utilisasi industri. Fokus kita bukan hanya mempertahankan angka pengangguran di tingkat rendah, tetapi juga memastikan penyerapan tenaga kerja yang berkualitas serta berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat,” pungkas Jubir Haryo. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Beredar Isu BPJS Kesehatan Dihapus dan Dialihkan, DPR Tegaskan Aturan Undang-Undang
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Imbas Protes di Prancis, Jadwal 3 Pertandingan Ligue 1 Berubah
• 31 menit lalukompas.tv
thumb
AS siap bahas krisis geopolitik, energi, perdagangan di G20
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Sementara Satu Orang, Polisi Tak Tutup Kemungkinan Pihak Lain Terlibat
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Perjelas Arti Kerugian Negara, Yusril Contohkan Kasus di BUMN, Apakah Bisa Dianggap Korupsi?
• 15 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.