Jakarta, VIVA – Sebanyak 1.100 buruh pabrik alas kaki PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Kini, nasib mereka untuk kembali bekerja bergantung pada hadirnya perusahaan baru yang bersedia menampung tenaga kerja di daerah tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak. Ia menyatakan para pekerja yang terkena PHK akan menjadi prioritas apabila ada perusahaan baru yang membutuhkan tenaga kerja.
Sekretaris Disnaker Kabupaten Lebak Rully Chaeruliyanto mengatakan, pemerintah daerah akan mengupayakan agar para mantan pekerja tersebut dapat terserap jika ada perusahaan baru yang beroperasi di Lebak.
"Kami akan berusaha untuk mengoptimalkan mereka jika nanti ada perusahaan baru yang sama hadir di Lebak," ujarnya.
Sebagainya diketahui, PHK terhadap 1.100 pekerja tersebut terjadi karena masa kontrak gedung pabrik sepatu yang digunakan PT PWI 6 Rangkasbitung telah berakhir. Hingga kini, belum ada informasi mengenai perusahaan baru yang akan menyewa gedung tersebut untuk melanjutkan kegiatan produksi.
Kondisi ini membuat para pekerja harus menghadapi ketidakpastian untuk kembali memperoleh pekerjaan di sektor yang selama ini mereka geluti. Pengalaman bekerja di pabrik alas kaki menjadi salah satu modal yang diharapkan dapat membantu mereka kembali terserap di industri serupa.
Rully mengatakan, pemerintah daerah mengapresiasi perusahaan karena telah membayarkan hak normatif pekerja yang terkena PHK, termasuk pesangon. Namun, pembayaran hak tersebut belum menjawab kebutuhan mantan pekerja untuk memperoleh sumber penghasilan baru setelah kehilangan pekerjaan.
"Kami berharap ke depannya ada investasi baru yang bergerak di bidang produksi alas kaki," harapnya.
Di sisi lain, para mantan karyawan berharap industri sepatu kembali berkembang di Lebak sehingga mereka memiliki kesempatan untuk bekerja kembali.
Agus, salah seorang mantan karyawan, mengatakan dirinya bersama rekan-rekannya berharap ada perusahaan baru yang kembali membuka lowongan di sektor tersebut. (Ant)





