Kisruh Pangkas Gas, Diplomat Senior Singapura: Dampak yang Ditanggung Indonesia akan Jauh Lebih Lama

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA -- Diplomat senior Singapura, Bilahari Kausikan, menyebut pemangkasan pasokan gas Indoneisa sebagai upaya 'intimidasi'. Namun ia menilai langkah itu tidak akan membuahkan hasil.

"Dampak yang harus ditanggung Indonesia akan jauh, jauh lebih lama terasa dibandingkan dengan sedikit ketidaknyamanan yang mungkin kita alami," tulisnya di Facebook, kemarin sebagaimana dilansir dari Reuters. 

Baca Juga
  • MAKI Dapat Info, KPK Periksa Nusron Wahid pada Rabu
  • Menko Yusril Enggan Komentari Rencana Andrea Bocelli Konser di Indonesia
  • Pro-Kontra Definisi Korupsi, Pakar: Perhitungan Kerugian Negara Wajib Ada di Awal, Bukan Disusulkan

Beda dengan Singapura yang juga menyinggung masalah asap dari Indonesia, sejauh ini, kata ia, pasokan gas untuk Malaysia belum dikurangi.

Oleh karena itu, kata ia, Singapura patut merasa terhormat dan beruntung bahwa, terlepas dari ikatan emosional ‘serumpun’, negara ini justru diberikan prioritas utama.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Tidak perlu dipersoalkan bahwa jumlah gas yang disalurkan ke Singapura hanya mencakup sekitar 2% dari total konsumsi kita," ujarnya.

Dampak negatifnya terhadap kepercayaan publik di Indonesia—yang saat inii tengah menghadapi kejatuhan nilai tukar Rupiah serta pasar saham yang terus merosot ke titik terendah baru (bahkan sempat masuk dalam kategori peringkat tersendiri yang tidak lazim)—jauh lebih besar daripada kerugian dialami Singapura.

Singapura sebelumnya meminta semua pihak untuk menghormati komitmen yang telah dibuat dalam kontrak komersial. Pihak importir gas negara tersebut akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak serta kepentingannya.

Demikian pernyataan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong merespons keputusan Indonesia untuk memangkas pengiriman gas ke Singapura pada Ahad (25/10/2026).

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Aceh Amankan 32 Ton Solar Terkait Penyalahgunaan BBM Bersubsidi
• 22 menit lalutvonenews.com
thumb
Di Hadapan 1.000 Tagana Sulsel, Gus Ipul Ajak Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
500 Orang Lebih Terluka dalam Aksi Protes Rompi Kuning di Prancis
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Yang Tersisa Dari Pelantikan Golkar Sulsel; Menenun Keharmonisan dan Dialog Filosofis Tentang Seni Memimpin
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Polri Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial, Saring Informasi Sebelum Membagikan
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.