Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar duka menyelimuti panggung politik internasional menyusul wafatnya mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuo Fukuda. Kepergian tokoh penting tersebut rupanya turut meninggalkan duka yang mendalam bagi Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Mengutip unggahan akun X @S.B.Yudhoyono, Selasa (27/10/2026), SBY secara resmi menyampaikan rasa dukacitanya atas kepergian mantan pemimpin Jepang tersebut.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuo Fukuda," ungkapnya.
"Beliau telah memberikan kontribusi besar bagi penguatan persahabatan antara Indonesia dan Jepang."
SBY juga mengungkapkan kedekatan personal yang terus terjaga di antara keduanya meski sudah tidak lagi mengemban jabatan publik di pemerintahan.
"Secara pribadi kami memiliki hubungan yang dekat dan baik, bahkan setelah kami tidak bertugas lagi di pemerintahan," paparnya.
"Persahabatan tetap terjalin di antara kami."
Lebih lanjut, tokoh politik yang pernah menjabat selama dua periode di Indonesia tersebut mengaku sangat terpukul atas berita lelayu ini. Ia memastikan bahwa sosok mendiang akan terus hidup di dalam ingatannya.
"Kepergian beliau merupakan kehilangan yang mendalam bagi saya," tutur Yudhoyono.
"Saya akan selalu mengenang beliau, bukan hanya sebagai seorang negarawan, tetapi juga sebagai seorang sahabat."
"Semoga beliau beristirahat dalam damai," pungkasnya.
Yasuo Fukuda merupakan Perdana Menteri Jepang ke-91 yang menjabat pada periode September 2007 hingga September 2008. Sosok politikus veteran dari Partai Demokratik Liberal (LDP) tersebut menghembuskan napas terakhirnya pada 22 Oktober lalu di Tokyo pada usia 90 tahun.
Semasa jabatannya, Fukuda dikenal luas berkat pendekatan kebijakan luar negerinya yang moderat dan upayanya dalam menjaga stabilitas kawasan.
(tps/luc)




