Pemkab Batang Hari Turunkan Status Karhutla dari Tanggap Darurat Jadi Siaga, Titik Api Aktif Nihil

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang Hari, Jambi, resmi menurunkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari tanggap darurat menjadi siaga setelah evaluasi menunjukkan tidak ada titik api aktif dalam dua hari terakhir dan potensi hujan diperkirakan meningkat.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat evaluasi penanganan karhutla pada Selasa (27/10/2026), setelah upaya penanggulangan kebakaran di wilayah Batang Hari berlangsung selama 10 pekan.

Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Batang Hari, Muhammad Rifai, mengatakan penurunan status dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi lapangan serta prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Keputusan itu diambil setelah melakukan evaluasi penanganan bencana dan mempertimbangkan prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi hujan meningkat," katanya.

BMKG Prediksi Hujan Turun Lima Hari dalam Sepekan

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan prakiraan BMKG, peluang hujan di Kabupaten Batang Hari diperkirakan meningkat pada periode 27 Oktober hingga 2 November 2026.

Dalam periode tersebut, hujan diprediksi berpotensi terjadi sekitar lima hari dalam satu pekan.

Kondisi cuaca tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah untuk menurunkan status penanganan karhutla.

"Berdasarkan data yang disampaikan BPBD dan prakiraan BMKG, sampai dengan 2 November peluang hujan lebih dominan, yakni sekitar lima hari dalam satu minggu. Karena itu, status kita turunkan menjadi siaga," ujar Rifai.

Pemerintah daerah berharap meningkatnya curah hujan dapat membantu proses pemadaman dan pendinginan di kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran.

Meski demikian, potensi hujan tidak menjadi alasan untuk menghentikan langkah pencegahan dan pemantauan karhutla.

Dua Hari Tanpa Titik Api Aktif, Titik Panas Masih Terpantau

Rifai mengungkapkan bahwa dalam dua hari terakhir tidak ditemukan titik api aktif di wilayah Kabupaten Batang Hari.

Namun, sejumlah titik panas atau hotspot masih terpantau sehingga petugas tetap melakukan pendinginan di lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran kembali.

Proses pendinginan dilakukan untuk memastikan area terdampak benar-benar aman dari kemunculan api.

"Dalam dua hari ini, api aktif sudah nol. Namun, beberapa titik panas masih ada dan proses pendinginan tetap dilaksanakan. Harapan kita dengan potensi hujan yang lebih dominan dalam sepekan ke depan, kondisi tersebut benar-benar padam," ujarnya.

Pemkab Batang Hari menegaskan bahwa penurunan status menjadi siaga tidak berarti seluruh risiko kebakaran telah hilang.

Karena itu, pengawasan terhadap wilayah rawan karhutla tetap dilakukan secara berkala.

Pemkab Minta Camat dan Masyarakat Tetap Waspada

Pemerintah Kabupaten Batang Hari menginstruksikan seluruh camat untuk terus menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat.

Warga diminta tidak lengah meskipun prakiraan cuaca menunjukkan peluang hujan yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Pemerintah daerah juga meminta seluruh unsur penanganan karhutla tetap menjalankan tugas pencegahan dan pemantauan di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali kebakaran, khususnya di kawasan yang masih memiliki titik panas.

Manggala Agni, TNI, dan Polri Tetap Lakukan Pemantauan

Penanganan karhutla di Batang Hari tetap melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), Manggala Agni, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Seluruh unsur tersebut diminta melanjutkan koordinasi untuk memastikan kondisi lapangan tetap terkendali.

Pemantauan difokuskan pada kawasan rawan kebakaran serta lokasi yang masih membutuhkan proses pendinginan.

Pemerintah daerah berharap peningkatan potensi hujan selama sepekan ke depan dapat membantu mengurangi risiko kebakaran kembali meluas.

Meski status telah turun menjadi siaga, Pemkab Batang Hari menegaskan bahwa kewaspadaan dan upaya pencegahan karhutla harus tetap dijalankan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prediksi Abha vs Al Faisaly Liga Pro Saudi 2026/1017: Duel Hidup Mati di Papan Bawah
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Ledakan Terjadi di Kawasan Padat Penduduk di Surabaya, Diduga Gas 12 Kg Bocor | SAPA PAGI
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Kemenkum Kaji Usulan DEN Ubah Definisi Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi BUMN
• 19 jam lalupantau.com
thumb
TNI AU Datangkan Hujan Buatan untuk Atasi Karhutla di Sumatera Selatan
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Jatanras PMJ Ringkus 3 Komplotan Curanmor yang Viral Beraksi di Bekasi
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.