Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap Norwegia setelah gagal meraih Hadiah Nobel Perdamaian 2026. Ia bahkan menyatakan tidak menginginkan imigran dari negara tersebut karena dirinya tidak memperoleh penghargaan bergengsi itu.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menghadiri rapat umum politik di Port Huron, Michigan, pada Minggu (25/10/2026). Dalam kesempatan itu, Trump mengaitkan kekecewaannya terhadap Nobel Perdamaian dengan pandangannya mengenai imigrasi.
“Karena saya tidak mendapatkan Hadiah Nobel, saya tidak menginginkan siapa pun dari Norwegia,” kata Trump, sebagaimana dikutip media internasional.
Trump juga melontarkan hinaan terhadap Norwegia. Pernyataan tersebut menambah ketegangan retorika setelah sebelumnya ia berulang kali mengkritik keputusan Komite Nobel yang tidak memberikan penghargaan kepadanya.
Meski demikian, pernyataan Trump mengenai penolakan imigran Norwegia belum menunjukkan adanya kebijakan resmi baru pemerintah AS.
Baca Juga: Pejabat Iran Usulkan Senjata Nuklir sebagai Pencegah Serangan AS-Israel
Sebelumnya, pada 9 Oktober 2026, Trump juga menyebut keputusan Nobel tersebut sebagai noda yang tidak akan terhapus bagi Norwegia. Ia menilai kontribusinya dalam menangani sejumlah konflik internasional seharusnya mendapat pengakuan melalui penghargaan tersebut.
Namun, Hadiah Nobel Perdamaian 2026 justru diberikan kepada Navi Pillay, mantan kepala hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) asal Afrika Selatan. Penghargaan itu diberikan atas kontribusinya dalam mendorong pertanggungjawaban atas kejahatan perang dan genosida.
Di tengah kritiknya, Trump kembali mengklaim akan segera mengakhiri konflik Iran serta perang Rusia-Ukraina. Meski demikian, penyelesaian kedua konflik tersebut masih menghadapi tantangan diplomatik dan keamanan.
Pernyataan Trump memperlihatkan kekecewaannya terhadap keputusan Nobel Perdamaian tahun ini sekaligus memicu sorotan terhadap penggunaan isu imigrasi dalam retorika politiknya.





