Ungkap Keresahan Penonton Gen Z, Inde Navarrette: Kami Ingin Cerita Orisinal

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bintang film Obsession, Inde Navarrette, mengungkapkan keresahan penonton Gen Z terhadap industri film di Hollywood. Dilansir Variety, Navarrette mengatakan bahwa Gen Z sudah lelah dijejali iklan dalam sebuah cerita untuk film layar lebar.

Keresahan tersebut, menurut Inde Navarrette, harus menjadi perhatian. Menurutnya, cara untuk menjaga minat Gen Z datang ke bioskop ialah dengan meyakinkan bahwa mereka tidak akan dipaksa untuk mengonsumsi konten komersial yang dangkal di layar lebar.

“Gen Z hanya ingin menikmati sesuatu tanpa merasa sedang ‘dijuali’ sesuatu,” ujar Navarrette.

Navarrette sendiri menyadari pentingnya iklan atau product placement dalam sebuah proyek film. Namun, sebagai Gen Z, dia tak ingin seolah 'dijuali' suatu produk ketika tengah menonton film.

"Mungkin kami sudah lelah terus-menerus disuguhi iklan di dalam film, penempatan produk, dan hal-hal semacam itu. Kami paham bahwa unsur komersial itu memang bagian tak terpisahkan," ucap Navarrette.

"Kami pun tumbuh besar dengan iklan-iklan yang menghibur, yang bahkan masih sering kami kutip. Itu memang cukup menyenangkan. Namun, kami tidak ingin merasa sedang ‘dijuali’ sesuatu. Kami menginginkan cerita yang orisinal," tambahnya.

Menurut Navarrette, Gen Z membutuhkan banyak tontonan yang orisinal dan mampu menyentuh emosi dan perasaan mereka.

"Hanya karena kita hidup di era teknologi, bukan berarti kita tidak menjalani kehidupan manusia atau merasakan pengalaman-pengalaman manusiawi," ucapnya.

Lebih lanjut, Navarrette mengungkapkan, film yang membesarkan namanya, 'Obsession', menjadi bukti bahwa Gen Z masih sangat menyukai cerita-cerita orisinal.

"Saya senang ‘Obsession’ mampu menghadirkan hal tersebut. Kami menginginkan orisinalitas, dan kami ingin merasakan sesuatu yang nyata," tandasnya.

'Obsession' sempat mendominasi box office musim panas ini, dengan total pendapatan global yang mencengangkan, yakni USD 522 juta atau Rp 9,4 triliun. Padahal biaya produksinya kurang dari Rp 18 miliar.

Film horor yang dirilis oleh Focus Features ini tercatat sebagai salah satu film paling menguntungkan dalam sejarah Hollywood. 'Obsession' bahkan terus mencatatkan pendapatan tinggi di box office selama empat akhir pekan berturut-turut, menjadikannya film sukses besar yang populer berkat rekomendasi dari mulut ke mulut di kalangan Gen Z.

Riset: Gen Z Kelompok Demografis yang Paling Aktif Menonton Film di Bioskop

Hollywood nampaknya perlu mendengarkan saran Navarrette. Sebab, berdasarkan sebuah studi dari Fandango awal tahun ini yang menyebutkan bahwa Gen Z adalah kelompok demografis yang paling aktif menonton film di bioskop.

Studi tersebut menemukan bahwa 87% anggota Gen Z dan 82% milenial menonton setidaknya satu film di bioskop dalam kurun waktu satu tahun, dibandingkan dengan 70% dari Generasi X dan 58% dari generasi baby boomer.

Generasi Z dan milenial juga lebih sering kembali menonton di bioskop, dengan rata-rata sekitar tujuh kunjungan per tahun untuk masing-masing kelompok angka yang lebih tinggi dibandingkan Generasi X (6,1) dan generasi baby boomer (5,7).

Studi tersebut mencatat bahwa Generasi Z juga mengeluarkan lebih banyak uang per kunjungan untuk membeli camilan maupun tiket di layar format premium, seperti IMAX.

Menurut Wakil Presiden Eksekutif Fandango, Jerramy Hainline, meskipun sempat muncul persepsi bahwa Generasi Z kurang tertarik menonton film di bioskop, hasil riset justru menunjukkan bahwa minat mereka justru terus meningkat.

"Hal yang patut disoroti adalah betapa mereka sangat menghargai aspek kebersamaan dalam pengalaman menonton ini. Ini menegaskan bahwa bioskop tetap memegang peranan penting sebagai destinasi sosial bagi kalangan penonton yang lebih muda," tukasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kader Golkar Luwu Utara Dorong Jumail Mappile Maju Ketua DPD II: Butuh Figur Pamong Senior dan Negarawan
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Hukum kemarin, Pembunuhan ibu dan anak hingga pemblokiran badan usaha
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Sahroni Dukung Under Invoicing Masuk RUU Tipikor: Jangan Ada Ruang Abu-abu
• 9 jam laludetik.com
thumb
Andoni Iraola Bawa Perubahan, Liverpool Disebut Mulai Jadi Ancaman Mengerikan di Liga Inggris
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Lula Menangi Pilpres, Trump Tuding Pemilu Brasil Dicurangi: Ini Sangat Buruk
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.