Jakarta (ANTARA) - Kepala Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia Gita Sabharwal mengajak pemerintah Indonesia bersama-sama memperbarui multilateralisme untuk menjawab berbagai tantangan dunia.
“Tugas kita adalah memperbarui multilateralisme agar mampu menjawab tantangan dunia yang sedang berkembang,” kata Sabharwal saat menyampaikan pidato pada UN Day di Jakarta, Selasa.
Sabharwal menyampaikan bahwa kunjungan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres ke Jakarta dan bertemu Presiden Prabowo Subianto di Hambalang pekan lalu, membawa pesan yang jelas yakni pengakuan atas komitmen teguh Indonesia terhadap multilateralisme dan peran Indonesia yang semakin besar dalam membentuk masa depan bersama.
Kepala Perwakilan PBB itu menilai bahwa kepemimpinan tersebut tercermin dalam diplomasi Indonesia, komitmennya terhadap perdamaian dan misi penjaga perdamaian PBB, serta kepemimpinan dalam isu iklim dan pembangunan berkelanjutan.
“Hal itu juga tercermin dalam semangat Bandung yang terus hidup, yakni keyakinan bahwa negara-negara Selatan Global tidak cukup hanya memiliki suara dalam sistem global, tetapi juga harus turut membentuk arah sistem tersebut,” ucap Sabharwal.
Kendati demikian, Sabharwal menyoroti bahwa multilateralisme harus membawa makna nyata bagi kehidupan masyarakat. Menurutnya, PBB harus turut bertransformasi seiring dengan Indonesia yang memasuki fase pembangunan yang baru, dengan ambisi yang semakin besar, kapasitas yang semakin kuat.
Dia juga mengutip pesan Sekjen PBB dalam UN Day yang mengingatkan bahwa masa depan bergantung pada kemampuan untuk bekerja sama dalam memajukan perdamaian, pembangunan, dan hak asasi manusia.
“Kita harus memilih dialog daripada perpecahan, kerja sama daripada konfrontasi, serta solidaritas daripada ketakutan,” ajaknya.
Lebih lanjut Sabharwal menegaskan bahwa PBB terus mendukung prioritas Indonesia, di antaranya, mendukung lebih dari 9.000 Puskesmas untuk meningkatkan layanan kesehatan ibu dan kegawatdaruratan obstetri melalui penerapan standar yang lebih baik.
PBB juga mendukung pengelolaan berkelanjutan lebih dari 5 juta hektare hutan dan lahan gambut, yang berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 8,1 juta ton.
Perserikatan tersebut juga mendukung peta jalan energi surya Indonesia berkapasitas 100 gigawatt (GW), bekerja sama dengan lebih dari 1.200 pabrik untuk meningkatkan efisiensi sumber daya dan daya saing, serta memperluas penerapan pertanian cerdas iklim dan rantai nilai berkelanjutan yang menjangkau 3,6 juta orang.
Baca juga: Menlu dorong transformasi PBB agar mampu selesaikan persoalan global
Baca juga: Sekjen PBB sebut Indonesia sebagai pilar multilateralisme, perdamaian
“Tugas kita adalah memperbarui multilateralisme agar mampu menjawab tantangan dunia yang sedang berkembang,” kata Sabharwal saat menyampaikan pidato pada UN Day di Jakarta, Selasa.
Sabharwal menyampaikan bahwa kunjungan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres ke Jakarta dan bertemu Presiden Prabowo Subianto di Hambalang pekan lalu, membawa pesan yang jelas yakni pengakuan atas komitmen teguh Indonesia terhadap multilateralisme dan peran Indonesia yang semakin besar dalam membentuk masa depan bersama.
Kepala Perwakilan PBB itu menilai bahwa kepemimpinan tersebut tercermin dalam diplomasi Indonesia, komitmennya terhadap perdamaian dan misi penjaga perdamaian PBB, serta kepemimpinan dalam isu iklim dan pembangunan berkelanjutan.
“Hal itu juga tercermin dalam semangat Bandung yang terus hidup, yakni keyakinan bahwa negara-negara Selatan Global tidak cukup hanya memiliki suara dalam sistem global, tetapi juga harus turut membentuk arah sistem tersebut,” ucap Sabharwal.
Kendati demikian, Sabharwal menyoroti bahwa multilateralisme harus membawa makna nyata bagi kehidupan masyarakat. Menurutnya, PBB harus turut bertransformasi seiring dengan Indonesia yang memasuki fase pembangunan yang baru, dengan ambisi yang semakin besar, kapasitas yang semakin kuat.
Dia juga mengutip pesan Sekjen PBB dalam UN Day yang mengingatkan bahwa masa depan bergantung pada kemampuan untuk bekerja sama dalam memajukan perdamaian, pembangunan, dan hak asasi manusia.
“Kita harus memilih dialog daripada perpecahan, kerja sama daripada konfrontasi, serta solidaritas daripada ketakutan,” ajaknya.
Lebih lanjut Sabharwal menegaskan bahwa PBB terus mendukung prioritas Indonesia, di antaranya, mendukung lebih dari 9.000 Puskesmas untuk meningkatkan layanan kesehatan ibu dan kegawatdaruratan obstetri melalui penerapan standar yang lebih baik.
PBB juga mendukung pengelolaan berkelanjutan lebih dari 5 juta hektare hutan dan lahan gambut, yang berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 8,1 juta ton.
Perserikatan tersebut juga mendukung peta jalan energi surya Indonesia berkapasitas 100 gigawatt (GW), bekerja sama dengan lebih dari 1.200 pabrik untuk meningkatkan efisiensi sumber daya dan daya saing, serta memperluas penerapan pertanian cerdas iklim dan rantai nilai berkelanjutan yang menjangkau 3,6 juta orang.
Baca juga: Menlu dorong transformasi PBB agar mampu selesaikan persoalan global
Baca juga: Sekjen PBB sebut Indonesia sebagai pilar multilateralisme, perdamaian





