Jakarta, VIVA – Wardatina Mawa mengungkap kondisi mentalnya setelah melewati persoalan rumah tangga yang berujung pada perpisahan dengan Insanul Fahmi. Di tengah konflik yang turut menyeret nama Inara Rusli, Mawa mengaku sempat mengalami tekanan psikologis selama bertahun-tahun. Kini, ia berusaha memulihkan diri dan menata kehidupan baru bersama putranya.
Mawa tidak menampik bahwa berbagai persoalan yang datang bertubi-tubi sempat memengaruhi kondisi emosionalnya. Ia bahkan pernah mengungkapkan bahwa kesehatan mentalnya telah terganggu jauh sebelum persoalan rumah tangganya kembali menjadi sorotan publik.
Meski demikian, Mawa kini melihat adanya perubahan positif dalam dirinya. Ia mengaku kondisinya berangsur membaik dan mulai menanamkan pola pikir untuk mengutamakan ketenangan hidup bersama sang anak.
"Alhamdulillah sejauh ini kayaknya sudah mulai membaik ya. Alhamdulillah sudah mulai pulih," ujarnya kepada awak media, dikutip Selasa (27/10/2026).
Mawa menjelaskan, keinginannya untuk menjalani kehidupan yang lebih tenang menjadi salah satu hal yang terus ia tanamkan dalam pikirannya. Ia ingin menatap masa depan tanpa terus terbebani persoalan yang telah terjadi.
"Karena yang saya tanamkan dalam mindset saya adalah pengin ketenangan dari apa pun itu dengan kehidupan saya bersama anak saya ke depannya pastinya," terangnya.
Ia menyadari kehidupan yang dijalaninya saat ini tidak lagi sama seperti ketika masih membina rumah tangga bersama Insanul. Namun, perpisahan tersebut tidak lantas membuatnya kehilangan harapan untuk tetap bahagia.
"Jadi kalau tahun lalu dengan kehidupan yang sangat bahagia, tahun ini dengan kehidupan yang sangat bahagia walaupun penuh perbedaan, pisah," terangnya.
Wardatina Mawa Singgung Dampak Konflik Rumah Tangga terhadap Anak
Di tengah upayanya memulihkan kondisi mental, Mawa juga menghadapi tantangan dalam menjelaskan perubahan situasi keluarga kepada putranya. Ia sempat mengungkapkan bahwa dirinya menitipkan cokelat kurma untuk Insanul dan Inara melalui sang anak yang hendak menginap di rumah ayahnya.
"Jadi tadi malam itu anak aku tidur sama si Abatinya (Insanul). Jadi aku ada ngasih makanan coklat kurma gitu," ujarnya.
"Terus aku bilang sama dia, 'A (anak Mawa), ini untuk abati, dan ini satu lagi untuk Inara'," ujarnya lagi.





