Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut nilai perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat (AS) mencapai USD 32,34 miliar dari Januari hingga Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, Airlangga mengungkapkan investasi AS di Indonesia juga meningkat menjadi USD 3,4 miliar. Hal itu disampaikannya setelah
“Pembahasannya tadi mengenai perdagangan Indonesia dengan Amerika, di mana kita mencapai sekarang USD 32,34 miliar sampai Januari-Agustus, dan dibandingkan tahun lalu naik 12 persen, dan investasi Amerika juga naik sampai ke USD 3,4 miliar,” kata Airlangga usai menghadiri pertemuan yang membahas hubungan perdagangan dan investasi RI-AS, Selasa (27/10).
Airlangga menjelaskan pembahasan mengenai perjanjian perdagangan Indonesia-AS melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART) hampir rampung. Salah satu hal yang masih dibahas adalah excess capacity atau kelebihan kapasitas produksi.
Airlangga menyebut produk Indonesia yang bersifat padat karya (labor intensive) mendapatkan tarif sebesar 10 persen dalam kesepakatan tersebut.
Meski begitu, Airlangga belum dapat memastikan kapan pembahasan ART akan selesai. Menurutnya, pemerintah Indonesia masih menunggu respons dari pihak Amerika Serikat.
“Mudah-mudahan tidak dalam waktu lama lagi ini akan bisa diselesaikan,” ujar Airlangga.
Dalam pertemuan tersebut, Airlangga juga mengungkapkan terdapat 11 sektor yang terlibat dalam pembahasan, termasuk sektor digital, kedirgantaraan (aerospace), manufaktur, layanan kesehatan, dan produk konsumen.
Menurut dia, perusahaan-perusahaan dari berbagai sektor tersebut menyampaikan sejumlah hal yang mereka hadapi selama beroperasi di Indonesia.





