Partisipasi pemilih dalam pemilihan umum Israel mencapai 31,5 persen hingga tengah hari waktu setempat, Selasa (27/10/2026). Komite Pemilihan Umum Pusat Israel menyebut angka tersebut sebagai tingkat partisipasi tertinggi pada jam yang sama sejak 1973.
Berdasarkan data komite, sebanyak 2,39 juta warga Israel telah memberikan suara hingga tengah hari. Angka itu meningkat lebih dari tiga poin persentase dibandingkan pemilu sebelumnya.
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengaitkan peningkatan partisipasi tersebut dengan tingginya kehadiran pemilih Arab dan warga di wilayah yang menjadi basis pendukung partai-partai kiri.
Dalam unggahan di media sosial, politikus sayap kanan tersebut menyoroti tingginya angka kehadiran pemilih di komunitas Arab serta daerah yang secara tradisional mendukung partai kiri.
Anggota parlemen Israel dari kalangan Arab, Ahmad Tibi, juga melaporkan tingginya partisipasi pemilih. Ia optimistis partainya akan memperoleh hasil yang kuat.
“Tempat-tempat pemungutan suara dipadati pemilih seperti belum pernah terjadi sebelumnya, dan saya yakin kami akan meraih kemenangan besar,” kata Tibi dalam pernyataan pers, dikutip dari Anadolu Agency (AA) Turkiye.
Menjelang pemungutan suara, sejumlah pemimpin oposisi menyerukan warga Israel untuk menggunakan hak pilih mereka guna mengakhiri kekuasaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Pemimpin partai oposisi Yisrael Beiteinu, Avigdor Lieberman, menyerukan berakhirnya era Netanyahu. Sementara itu, Gadi Eisenkot, pemimpin partai Yashar, meminta pemilih mendukung perubahan politik.
Baca Juga: Tukar Kepentingan, Houthi Disebut Pakai Teknologi Iran dan China hingga Bisa Jangkau Israel
Pemilu pada Selasa ini diikuti 37 partai yang memperebutkan suara sekitar 7,3 juta pemilih untuk mengisi 120 kursi parlemen Israel.
Dalam jajak pendapat yang disebutkan dalam uraian, Partai Yashar pimpinan Eisenkot diproyeksikan meraih 23 kursi. Angka itu sedikit lebih tinggi dibandingkan Partai Likud pimpinan Netanyahu yang diperkirakan memperoleh 21 kursi.
Hasil tersebut masih berupa proyeksi jajak pendapat, bukan hasil resmi pemilihan umum.





