Kemenperin Dorong Toyota Indonesia Perkuat Produksi Mobil Listrik

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) baru saja melaksanakan pertemuan dengan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Salah satu yang diungkap adalah perluasan portofolio kendaraan elektrifikasi (xEV) pabrikan di Tanah Air.

Menteri Perindustrian Sarmuji mendorong agar Toyota Indonesia dapat mengembangkan proses manufaktur baterai yang tidak hanya berfokus pada model hibrida (Hybrid Electric Vehicle/HEV), tetapi juga listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV).

"Kita di Kementerian Perindustrian menekankan supaya Toyota juga lebih concern lagi ke electric vehicle. Di samping sekarang hibrida sudah berjalan dan kita punya komitmen mengusulkan insentif untuk mobil hibrida, kita minta ke Toyota supaya melangkah lebih jauh ke full electrical," buka Sarmuji di kantor Kemenperin Jakarta, (27/10).

Kesiapan infrastruktur dan ekosistem industri baterai dalam negeri yang dinilainya kian matang menjadi modal utama bagi Indonesia untuk menarik penambahan investasi baru. Sarmuji bilang ekosistem manufaktur lokal sudah sangat siap untuk menopang produksi mobil listrik murni garapan Toyota.

"Kenapa? Karena ekosistem baterai kita kan sudah sangat maju dan pemerintah sangat concern ke sana. Ternyata Toyota juga sudah punya pabrik baterai hibrida yang diekspor ke negara lain, tapi kita minta bukan hanya hibrida melainkan melangkah ke full baterai," katanya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT TMMIN Nandi Julyanto menjelaskan bahwa Toyota sudah secara bertahap meningkatkan kemampuan pengembangan dan produksi kendaraan elektrifikasi yang lebih luas.

"Mengenai BEV, kami sekarang sudah punya perakitan baterai produksi di Indonesia. Kamu juga sedang siapkan untuk ke depannya, mudah-mudahan BEV yang bisa cocok dengan Indonesia," ujar Nandi ditemui di tempat yang sama.

Nandi juga menyambut baik rencana pemerintah lewat Kemenperin menyusun rancangan skema insentif khusus untuk kendaraan hibrida. Sebab, adopsi teknologi elektrifikasi yang lebih luas dan menyeluruh pada tahap awal dinilai perlu bantuan.

"Kami tadi menyampaikan mengenai pentingnya stimulus untuk meningkatkan daya beli, daya beli sehingga pembelian mobil baru itu meningkat karena sekarang market-nya masih bergeser kepada used car. Jadi nanti bentuknya seperti apa mungkin perlu diskusi lebih lanjut," jelasnya.

Saat ini, sudah ada satu model BEV yang lahir dari pabrik TMMIN yaitu Toyota bZ4X. Hingga saat ini, SUV setrum tersebut sudah mengantongi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 20 persen.

Nandi sebelumnya mengutarakan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan diri untuk menyesuaikan kebijakan baru bagi BEV produksi lokal dengan nilai TKDN minimal 60 persen mulai 2027 mendatang.

"Kita tentu sedang siapkan, diskusi dengan pemerintah dengan pihak surveyor tentang apa saja yang dapat kita lakukan. Kita sedang siapkan itu," ucapnya saat di ICE BSD, Tangerang pada Agustus lalu.

Syarat nilai TKDN minimal dituangkan di dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 mengenai Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Nandi bilang salah satu komponen yang menjadi tantangan untuk segera diproduksi lokal adalah baterai. Pabrikan pada tahap awal ini baru memproduksi lokal untuk kebutuhan model hibrida, namun secara bertahap akan beralih ke model BEV.

Sebelumnya pula Toyota Indonesia telah mengumumkan kerja sama strategis dengan perusahaan Contemporary Amperex Technology Co. Limited atau CATL untuk pengembangan baterai kendaraan elektrifikasi.

"Kami percaya lokalisasi merupakan perjalanan yang tak bisa dicapai secara instan, melainkan bertahap melalui proses yang membutuhkan waktu serta kolaborasi kuat dari seluruh pemangku kepentingan," ujar Nandi kala di Tangerang beberapa waktu lalu.

Dirinya mengungkapkan nilai investasi yang ditanam pabrikan untuk mewujudkan pengembangan baterai lokal tersebut senilai Rp 1,3 triliun. Nandi berharap, upaya ini dapat memperkuat ekosistem rantai pasok komponen berteknologi baru di dalam negeri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mensos Gus Ipul: 15 Juta Keluarga Sudah Terdaftar Perlinsos Digital
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Shopee Dorong Brand Lokal Perluas Pasar Lewat Ekosistem Digital
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Saat Menlu Tata Bertemu Menlu Singapura
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
MSIG Life Kurangi Porsi Investasi Saham Jadi Rp 1,3 Triliun saat IHSG Bergejolak
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
BMKG Duga Pembakaran Lahan Picu Udara Kabur di Bima-Dompu NTB
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.