Jaga Ekosistem Perairan Sumatera, PalmCo Tebar 60 Ribu Ikan Baung dan Nila ke Sungai

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Upaya pelestarian ekosistem perairan di sekitar kawasan operasional industri kelapa sawit terus didorong.

Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo) melepasliarkan 60 ribu bibit ikan air tawar jenis baung dan nila ke belasan sungai yang mengalir di wilayah Riau, Sumatera.

BACA JUGA: Gerakan Nasional 1.000 Startup dan Palcomtech Group Sukses Menggelar Hack4ID

Penebaran puluhan ribu bibit ikan ini dilakukan melalui salah satu Regional Perusahaan secara serentak di 12 sungai yang berbatasan langsung dengan area operasional Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Secara teknis, setiap titik lokasi sungai menerima alokasi pelepasan sekitar 5.000 bibit ikan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan langkah penebaran kembali bibit ikan merupakan komitmen berkelanjutan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) untuk memulihkan populasi fauna perairan.

BACA JUGA: Jaga Mutu Global, Kopi Arabika Binaan PalmCo Kembali Diekspor ke AS

Jatmiko menegaskan kelestarian ekosistem, termasuk sungai, merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari aktivitas bisnis perusahaan.

“Menjaga ekosistem perairan bukan sekadar program tambahan, melainkan bagian dari cara kami beroperasi. Selain menebar bibit ikan untuk menjaga populasi fauna dan sumber daya perikanan bagi warga," ujar Jatmiko K. Santosa.

Meski pelestarian lingkungan juga mencakup aspek darat melalui penanaman pohon, fokus menjaga kehidupan di bawah air tetap berjalan secara konsisten. Sepanjang tahun 2026, total bibit ikan yang telah ditebar oleh PTPN IV PalmCo di wilayah Riau tercatat mencapai 70.000 ekor.

"Perusahaan juga aktif melakukan revegetasi melalui gerakan penanaman 1,5 juta pohon yang difokuskan pada kawasan bernilai konservasi tinggi, khususnya di area Daerah Aliran Sungai (DAS) dan sempadan sungai," katanya.

Pemilihan bibit yang dilepasliarkan juga didasarkan pada pertimbangan ekologis dan ekonomis lingkungan setempat.

Ikan nila dipilih karena memiliki tingkat kelangsungan hidup serta kemampuan adaptasi yang baik di lingkungan sungai.

Kemudian, ikan baung dipilih karena merupakan spesies air tawar endemik yang populer di Riau dan memiliki nilai jual kompetitif di pasar tradisional.

Dalam proses pelepasliaran di lapangan, PTPN IV PalmCo turut melibatkan partisipasi warga pesisir sungai serta perangkat pemerintahan tingkat desa dan kecamatan setempat.

Keterlibatan masyarakat sejak tahap awal ini bertujuan untuk membangun sistem pengawasan lingkungan yang partisipatif dan menumbuhkan rasa kepemilikan warga terhadap kondisi sungai.

Keberadaan bibit ikan ini diharapkan mampu memotivasi masyarakat untuk merawat kualitas air dan secara kolektif menghindari metode tangkap ikan yang destruktif.

Jika sungai dibiarkan sehat dan terawat, populasi baung dan nila tersebut dapat tumbuh dan memberikan manfaat langsung bagi ketahanan pangan maupun nilai tambah ekonomi masyarakat sekitar pada masa mendatang.(era/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
UNS sumbang APD modifikasi untuk pejuang pemadam api karhutla
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Komisi II DPR Belum Terima Penjelasan Pemerintah soal Pansel KPU-Bawaslu
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemerintah Buka MagangHub Batch 3 per 16 November, Target 80 Ribu Lowongan
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Apple Akui Layar iPhone Duo Ada yang Masalah, Pengguna Bisa Tukar HP
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Bebas Bersyarat usai Dibui 8 Tahun 4 Bulan
• 22 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.