jpnn.com, JAKARTA - Dewan Eksekutif Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (DEN KSPI) mendukung demokrasi yang sehat dengan aksi unjuk rasa yang damai dan tanpa adanya kekerasan.
Mengingat sejumlah aliansi mahasiswa, termasuk buruh yang bakal menggelar aksi damai di Bundaharan Hotel Indonesia (HI), Rabu, 28 Oktober 2026.
BACA JUGA: 2 Pabrik Komponen Otomotif Berencana Pindah ke Vietnam, KSPI Dorong Negosiasi
Presiden DEN KSPI Said Iqbal menegaskan bila unjuk rasa merupakan bagian dari demokrasi yang sehat.
Untuk itu, dia mengimbau para peserta aksi untuk menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi.
BACA JUGA: KSPI Tegas Menolak Masuk Jajaran DKBN & Satgas PHK
"KSPI menghimbau para buruh dan peserta aksi demonstrasi pada tanggal 28 Oktober 2026 hendaknya dilakukan secara damai tanpa kekerasan dan kerusuhan sesuai konstitusi dan peraturan yang berlaku," kata Said dalam keterangannya, Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.
Said meyakini unjuk rasa yang dilakukan dengan cara-cara damai atau tanpa merusuh akan memperjelas substansi dari penyampaian aspirasi yang ingin disampaikan ke pemerintah.
BACA JUGA: KSPI Bakal Gelar Aksi Buruh di DPR RI, Bukan di Monas Bersama Presiden Prabowo
Tak hanya itu, bagi Said, demonstrasi yang digelar dengan cara-cara terhormat akan meluruskan cita-cita bangsa, yakni menjadikan Indonesia sebagai negara adil dan makmur.
"Semoga cita-cita luhur Bangsa Indonesia untuk membangun negara yang adil dan makmur sesuai negara kesejahteraan (welfare state) dapat tercapai," tegas Said.
Berbagai aliansi mahasiswa dan buruh berencana menggelar unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada pada 28 Oktober 2026.
Aksi tersebut membawa sejumlah tuntutan terkait persoalan lingkungan, ekonomi, pendidikan, reformasi hukum, serta hak asasi manusia dan demokrasi.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




