Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami pelemahan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 28 Oktober 2026, IHSG berada di zona merah sebesar 5.249,069.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG juga melemah sebanyak 32,952 poin setara 0,63 persen ke level 5.233,178. IHSG berada di level tertinggi 5.255 dan terendah di 5.183.
Sebanyak 189 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 415 saham emiten lainnya melemah, dan 145 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp2,233 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 5,297 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp9.212,295 triliun.
Baca Juga :
Rupiah Dibuka ke Rp18.179 per USD(Ilustrasi. Foto: Dok MI) IHSG diperkirakan cenderung tertekan Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin, 27 Oktober, IHSG ditutup melemah 106,96 poin atau 1,99 persen ke level 5.266,13. Pelemahan tersebut terutama disebabkan tekanan jual investor asing, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko pasar domestik.
Tekanan diperkuat oleh pelemahan rupiah yang menembus Rp18.100 per dolar AS dan kenaikan yield obligasi pemerintah 10 tahun ke 7,52 persen, sehingga meningkatkan daya tarik aset pendapatan tetap dibandingkan saham.
Dari sisi eksternal, tingginya harga energi dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed turut menekan minat investor terhadap aset berisiko.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, tercermin dari Dow Jones naik 0,03 persen, S&P 500 menguat 0,60 persen, dan Nasdaq melonjak 1,18 persen. Penguatan tersebut didorong oleh rebound saham teknologi dan semikonduktor menjelang rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar.
Sentimen positif diperkuat oleh kenaikan saham Broadcom sebesar empat persen setelah pengumuman pendanaan USUSD63 miliar terkait penggunaan teknologinya oleh Anthropic, serta saham Oracle yang naik 3,6 persen seiring perluasan kemitraan dengan OpenAI.
Investor juga optimistis terhadap prospek kinerja Alphabet, Microsoft, dan Amazon yang diperkirakan mencatat pertumbuhan positif. Selain itu, ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga turut menopang sentimen pasar.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG hari ini diperkirakan bergerak cenderung tertekan seiring berlanjutnya tekanan jual oleh investor asing dan tingginya ketidakpastian global,” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.




