Jakarta (ANTARA) - Ekonom sekaligus Guru Besar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Icuk Rangga Bawono menilai kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka ke Cilacap, Jawa Tengah membuka peluang kerja sama pemerintah daerah dengan BUMN untuk mengembangkan ekonomi setempat.
Menurut Icuk, kunjungan kerja Wapres pada Senin (26/10) dapat dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk mempertemukan kebutuhan pembangunan daerah dengan sumber daya dan kemampuan kementerian, BUMN, serta investor.
"Hal itu harus segera dimanfaatkan oleh Pemkab dan seluruh stakeholder, kira-kira apa yang bisa dioptimalkan dari kunjungan kerja tersebut," kata Icuk dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan peluang kerja sama tersebut dapat diarahkan untuk mengembangkan sejumlah sektor produktif, antara lain penguatan badan usaha milik daerah (BUMD), pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perikanan, serta energi ramah lingkungan.
Karena itu, lanjut dia, pemerintah daerah perlu memetakan potensi ekonomi dan kebutuhan masyarakat untuk menentukan bentuk kerja sama yang dapat ditindaklanjuti bersama kementerian, BUMN, maupun pelaku usaha.
“Kami memandang bahwa kunjungan Wapres ke Kabupaten Cilacap itu sangat penting. Karena Wapres tidak hanya datang sendiri, tetapi juga membawa investor, kementerian terkait, dan BUMN yang mungkin saja bisa bekerja sama dengan stakeholder yang ada di Kabupaten Cilacap,” ujar dia.
Icuk menjelaskan Cilacap sendiri telah memiliki sejumlah pijakan untuk mengembangkan perekonomian, termasuk penyusunan rencana induk pengembangan sektor perikanan dan UMKM yang melibatkan unsur perguruan tinggi.
Menurut dia, keterlibatan perguruan tinggi dapat membantu pemerintah daerah mengidentifikasi potensi wilayah sekaligus menyusun rencana pengembangan kegiatan ekonomi yang sesuai kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Cilacap atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai Rp142,71 triliun.
Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 54,11 persen, sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 10,10 persen terhadap perekonomian daerah tersebut.
Dalam kunjungan kerja pada 26 Oktober 2026, Wapres Gibran menemui pelaku UMKM binaan Pertamina di Cilacap dan mendorong penguatan pendampingan usaha serta perluasan akses pasar bagi produk lokal.
Wapres juga meninjau pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan berbasis minyak jelantah di fasilitas Pertamina Patra Niaga Refinery Unit IV Cilacap, serta berdialog dengan nelayan mengenai kebutuhan bahan bakar minyak dan persoalan pendangkalan jalur pelayaran.
Icuk menekankan peluang kolaborasi yang muncul dari kunjungan tersebut perlu diterjemahkan menjadi kegiatan nyata agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Jangan sampai hanya berhenti pada wacana. Harusnya itu bisa direalisasikan dalam berbagai macam kegiatan yang baik," ucapnya.
Lebih lanjut, Ia berharap kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, perguruan tinggi, dan masyarakat semakin kuat dalam mengoptimalkan potensi ekonomi di daerah.
Baca juga: Dikeluhkan nelayan, Wapres tinjau pendangkalan sungai di Cilacap
Baca juga: Wapres Gibran minta penguatan pendampingan pelaku UMKM di Cilacap
Menurut Icuk, kunjungan kerja Wapres pada Senin (26/10) dapat dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk mempertemukan kebutuhan pembangunan daerah dengan sumber daya dan kemampuan kementerian, BUMN, serta investor.
"Hal itu harus segera dimanfaatkan oleh Pemkab dan seluruh stakeholder, kira-kira apa yang bisa dioptimalkan dari kunjungan kerja tersebut," kata Icuk dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan peluang kerja sama tersebut dapat diarahkan untuk mengembangkan sejumlah sektor produktif, antara lain penguatan badan usaha milik daerah (BUMD), pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perikanan, serta energi ramah lingkungan.
Karena itu, lanjut dia, pemerintah daerah perlu memetakan potensi ekonomi dan kebutuhan masyarakat untuk menentukan bentuk kerja sama yang dapat ditindaklanjuti bersama kementerian, BUMN, maupun pelaku usaha.
“Kami memandang bahwa kunjungan Wapres ke Kabupaten Cilacap itu sangat penting. Karena Wapres tidak hanya datang sendiri, tetapi juga membawa investor, kementerian terkait, dan BUMN yang mungkin saja bisa bekerja sama dengan stakeholder yang ada di Kabupaten Cilacap,” ujar dia.
Icuk menjelaskan Cilacap sendiri telah memiliki sejumlah pijakan untuk mengembangkan perekonomian, termasuk penyusunan rencana induk pengembangan sektor perikanan dan UMKM yang melibatkan unsur perguruan tinggi.
Menurut dia, keterlibatan perguruan tinggi dapat membantu pemerintah daerah mengidentifikasi potensi wilayah sekaligus menyusun rencana pengembangan kegiatan ekonomi yang sesuai kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Cilacap atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai Rp142,71 triliun.
Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 54,11 persen, sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 10,10 persen terhadap perekonomian daerah tersebut.
Dalam kunjungan kerja pada 26 Oktober 2026, Wapres Gibran menemui pelaku UMKM binaan Pertamina di Cilacap dan mendorong penguatan pendampingan usaha serta perluasan akses pasar bagi produk lokal.
Wapres juga meninjau pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan berbasis minyak jelantah di fasilitas Pertamina Patra Niaga Refinery Unit IV Cilacap, serta berdialog dengan nelayan mengenai kebutuhan bahan bakar minyak dan persoalan pendangkalan jalur pelayaran.
Icuk menekankan peluang kolaborasi yang muncul dari kunjungan tersebut perlu diterjemahkan menjadi kegiatan nyata agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Jangan sampai hanya berhenti pada wacana. Harusnya itu bisa direalisasikan dalam berbagai macam kegiatan yang baik," ucapnya.
Lebih lanjut, Ia berharap kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, perguruan tinggi, dan masyarakat semakin kuat dalam mengoptimalkan potensi ekonomi di daerah.
Baca juga: Dikeluhkan nelayan, Wapres tinjau pendangkalan sungai di Cilacap
Baca juga: Wapres Gibran minta penguatan pendampingan pelaku UMKM di Cilacap





