Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemprov DKI tengah memfinalisasi rencana pembukaan lahan tempat pemakaman umum (TPU) baru untuk mengantisipasi keterbatasan lahan pemakaman di Jakarta.
Hal itu disampaikan Pramono saat ditemui wartawan usai upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (28/10).
“Pemerintah DKI Jakarta sudah menyiapkan lahan-lahan baru untuk apabila nanti tidak mencukupi,” ungkap Pramono.
Ia mengakui persoalan pemakaman di Jakarta perlu mendapatkan perhatian serius.
Menurut dia, salah satu upaya yang saat ini dilakukan Pemprov DKI ialah memindahkan warga yang tinggal di area TPU ke rumah susun milik pemerintah daerah.
“Yang sekarang ini dilakukan adalah kita memindahkan warga masyarakat yang tinggal di TPU seperti di Menteng Atas dan sebagainya. Dari pemindahan ini memberikan ruang untuk pemakaman di pemakaman-pemakaman yang ada,” jelasnya.
Pramono menerangkan, sebagian warga yang dipindahkan ditempatkan di rumah susun milik Pemprov DKI Jakarta. Langkah tersebut diambil untuk sementara sebagai salah satu upaya dalam mengatasi keterbatasan lahan pemakaman.
“Dari pemindahan ini memberikan ruang untuk pemakaman di pemakaman-pemakaman yang ada, karena sebagian yang kita pindahkan, kita tempatkan di rumah susun yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta,” kata dia.
Selain menyiapkan lahan baru, Pemprov DKI juga masih menerapkan sistem pemakaman tumpang tindih atau penggunaan kembali area makam yang sudah ada.
Namun, Pramono menegaskan penerapan sistem tersebut harus mendapatkan izin dari warga, keluarga, dan ahli waris.
“Selain tumpang tindih yang tentunya atas izin dari warga dan keluarga dan pewaris, yang kedua adalah kita membuka ruang untuk beberapa tempat pemakaman baru yang sedang kita finalisasikan,” tuturnya.
Kendati demikian, Pramono belum merinci lokasi maupun jadwal pembukaan TPU baru tersebut. Ia menyebut rencana itu masih dalam tahap finalisasi.





