HARIAN.FAJAR.CO.ID, BAUBAU, – Semangat persatuan yang diikrarkan para pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928 terus menemukan maknanya dalam perjalanan bangsa. Hampir satu abad berlalu, api perjuangan itu tak hanya hidup dalam sejarah, tetapi juga menjelma menjadi pengabdian melalui kerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Semangat itulah yang mewarnai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang digelar BRI Branch Office Baubau di pelataran kantor cabang, Rabu (28/10/2026).
Upacara tersebut diikuti para pekerja BRI Branch Office Baubau. Sejumlah pekerja dari unit kerja dalam kota turut bergabung, yakni BRI Unit Murhum, BRI Unit Wolio, dan BRI Unit Pasar Sentral.
Mereka berdiri dalam satu barisan, membawa semangat yang sama: merawat persatuan, memperkuat solidaritas, dan meneguhkan komitmen pengabdian melalui tugas masing-masing.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda Indonesia”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kepemudaan tidak berhenti pada romantisme sejarah, tetapi harus hadir dalam tindakan nyata, termasuk melalui pelayanan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Pimpinan Cabang BRI Branch Office Baubau, Vikri Hadari Banjar, mengatakan nilai-nilai Sumpah Pemuda relevan dengan tanggung jawab insan BRILiaN dalam menjalankan peran sebagai pelayan masyarakat.
Menurut dia, perjuangan pekerja BRI tidak semata-mata berorientasi pada kepentingan perusahaan. Lebih dari itu, terdapat tanggung jawab untuk menghadirkan layanan keuangan yang mudah dijangkau, aman, dan inklusif bagi masyarakat.
“BRI Baubau melayani semua lapisan masyarakat, baik yang berada di Pulau Buton maupun pulau-pulau sekitarnya. Masyarakat yang terkendala jarak dan akses ke kantor BRI dapat menggunakan layanan lebih dari 1.000 Agen BRILink aktif yang siap melayani berbagai kebutuhan transaksi keuangan,” ujarnya.
Bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat layanan perbankan, keberadaan Agen BRILink menjadi jembatan untuk mendekatkan akses keuangan. Jarak antarpulau dan keterbatasan akses tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh layanan transaksi perbankan.
Namun, kemudahan itu juga harus diiringi kewaspadaan. Vikri mengimbau masyarakat agar melakukan transaksi melalui Agen BRILink resmi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Ia menjelaskan, Agen BRILink resmi merupakan agen yang terdaftar dan bekerja sama dengan kantor cabang BRI setempat serta memiliki sertifikat sebagai agen mitra kerja sama BRI.
Karena itu, masyarakat diminta memastikan keabsahan agen sebelum melakukan transaksi. Pengecekan dapat dilakukan dengan memperhatikan materi komunikasi yang tersedia di lokasi, seperti spanduk BRILink, sertifikat keagenan, serta informasi tarif yang dipasang secara jelas.
Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong transaksi keuangan yang aman dan nyaman.
Dalam kesempatan itu, Vikri juga menyampaikan pesan Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, kepada seluruh insan BRILiaN. Pesan tersebut menekankan pentingnya persatuan, kegigihan, dan orientasi pelayanan sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi kesejahteraan bangsa.
“Tugas kita hari ini adalah bersatu dan gigih bekerja untuk menyejahterakan bangsa. Selama masih ada masyarakat yang belum terlayani, pekerjaan kita belum selesai,” demikian pesan yang disampaikan.
Ia mengingatkan bahwa setiap layanan yang diberikan insan BRILiaN kepada masyarakat bukan sekadar pelaksanaan tugas perusahaan, melainkan juga bentuk pengabdian kepada negeri.
Di Baubau dan pulau-pulau sekitarnya, semangat itu menemukan wujudnya melalui upaya memperluas jangkauan layanan keuangan, mendekatkan akses perbankan, dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Sebab, makna Sumpah Pemuda tidak hanya terletak pada ikrar persatuan yang diwariskan generasi terdahulu. Maknanya juga hidup dalam kesediaan untuk bekerja bersama, menembus keterbatasan, dan memastikan bahwa manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh semua.
Bagi insan BRILiaN, semangat kepemudaan itu menjadi pengingat bahwa pengabdian belum usai selama masih ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan. (*)





