Jakarta, VIVA – Pemungutan suara dalam pemilihan umum di Israel telah usai beberapa jam lalu. Meski hasil resmi baru akan diumumkan pada 4 November mendatang, namun sejumlah jajak pendapat cepat (exit poll) menyebut Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengungguli lawannya, Gadi Eisenkot.
Melansir laman Anadolu Agency, Rabu (28/10), blok Netanyahu diperkirakan memperoleh 57 kursi dari total 120 kursi di Knesset (parlemen Israel) atau kurang empat kursi untuk mencapai mayoritas dan menjadi pemenang dalam pemilu tahun ini.
Sementara itu, dari 41,9 persen kotak suara telah dihitung, blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot diperkirakan meraih 47 kursi. Sementara itu, dua partai yang didominasi warga Arab, yakni Joint List dan Ra'am, diperkirakan memperoleh total 16 kursi, menurut laporan media tersebut yang mengutip Komite Pemilihan Umum Pusat Israel.
Hingga saat ini, kedua blok utama belum diperkirakan mampu meraih 61 kursi yang dibutuhkan untuk menguasai mayoritas parlemen.
Di sisi lain, partai-partai Arab berpotensi memainkan peran penting dalam pembentukan pemerintahan. Jika bersedia mendukung blok Eisenkot, gabungan 16 kursi mereka dapat membuat blok oposisi menguasai 63 kursi, cukup untuk mencapai mayoritas di parlemen.
Di antara partai-partai peserta pemilu, Likud yang dipimpin Netanyahu diperkirakan unggul dengan 28 kursi, disusul Yashar yang dipimpin Eisenkot dengan 21 kursi.
Joint List, yang didominasi warga Arab, diperkirakan memperoleh 12 kursi, diikuti Partai Together dengan 11 kursi.
United Torah Judaism dan Yisrael Beiteinu masing-masing diperkirakan meraih delapan kursi.
Sementara itu, The Democrats, aliansi Religious Zionism-Zehut, Otzma Yehudit, dan Shas masing-masing diperkirakan memperoleh tujuh kursi. Adapun Ra'am diperkirakan meraih empat kursi.
Angka-angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring berlanjutnya penghitungan suara.





