Tunduk pada Pusat, Pramono Serahkan Nasib Obligasi ke Kemenkeu

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengikuti keputusan pemerintah pusat terkait rencana penerbitan obligasi daerah senilai Rp5,6 triliun pada 2027. Ia tidak ingin rencana tersebut malah memicu polemik antara pemerintah pusat dan daerah.

“Sekaligus dalam kesempatan ini saya ingin menjawab tentang obligasi, jadi saya sampaikan ketika kemarin dengan Menteri Keuangan bahwa apapun yang menjadi keputusan Kementerian Keuangan, Pemerintah DKI Jakarta akan turut serta, akan mengikuti,” ujar Pramono usai mengikuti upacara Hari Sumpah Pemuda di Balai Kota Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Jika penerbitan obligasi daerah diizinkan, kata Pramono, kebijakan serupa harus dapat berlaku bagi seluruh provinsi, bukan hanya Jakarta.

“Karena harus mikir tentang daerah-daerah lain, kalau obligasi ini diizinkan misalnya kan harus berlaku bagi semua provinsi, tidak boleh hanya Jakarta saja,” kata Pramono. 

Baca Juga: Pramono Temui Menkeu Suahasil di Balai Kota, Bahas DBH hingga Obligasi

Sehari sebelumnya, Pramono menerima kunjungan Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (27/10/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan keuangan daerah, termasuk rencana penerbitan obligasi Jakarta.

Selain membahas obligasi, pemerintah pusat juga menawarkan fasilitas pinjaman melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI kepada Pemprov DKI Jakarta.

Pramono menyebut fasilitas pinjaman tersebut menawarkan suku bunga yang kompetitif. Namun, skema pinjaman itu masih dalam tahap penghitungan untuk finalisasi.

“Ada juga yang kemudian Pemerintah Pusat memberikan bantuan kepada Pemerintah DKI Jakarta untuk fasilitas apa? pinjaman dari SMI dengan suku bunga yang sangat kompetitif dan sekarang sedang dihitung finalisasinya,” jelas Pramono.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Proyeksikan Kapasitas Pusat Data Nasional Tembus 11 GW pada 2030, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Menjaga Songket Tetap Hidup, Upaya Azizah Songket Semakin Dikenal Generasi Muda
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Dolar AS Tembus Rp18.175, Rupiah Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Masa
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Korban Dugaan Kekerasan Betrand Peto Geram Kasusnya Mandek, Putuskan Akan Lakukan Hal Ini Jika Tak Kunjung Ditangani
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
KPK Kembali Panggil Nusron Wahid, MAKI Desak Jemput Paksa Jika Mangkir Lagi
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.