VIVA – Update naturalisasi Timnas Indonesia kembali menjadi perhatian setelah nama Markús Páll Ellertsson mencuat sebagai salah satu pemain keturunan yang berpotensi memperkuat skuad Garuda. Penyerang muda asal Islandia tersebut menarik perhatian berkat produktivitasnya di kompetisi domestik serta latar belakang keluarga yang memiliki hubungan dengan Indonesia.
Kabar ini mencuat setelah Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, membagikan informasi mengenai Ellertsson melalui akun Instagram pribadinya. Noor mengaku telah mempelajari sejumlah data mengenai pemain yang kini memperkuat ÍA Akranes tersebut.
"Setelah membaca beberapa data tentang @markuz.pall sepertinya pemain muda bertalenta ini masuk dalam radar Timnnas," tulis Noor Korompot dalam unggahannya.
Pernyataan tersebut langsung menempatkan Ellertsson dalam perbincangan pencinta sepak bola nasional. Apalagi, pemain berusia 20 tahun itu memiliki catatan gol yang cukup menonjol di Liga Islandia sepanjang musim 2026.
Meski demikian, penyebutan nama Ellertsson sebagai pemain yang masuk radar belum bisa diartikan sebagai tanda bahwa proses naturalisasi telah dimulai. Belum ada konfirmasi resmi mengenai langkah PSSI untuk merekrut sang pemain maupun pembahasan administrasi kewarganegaraannya.
Markus Pall Ellertsson Produktif di Liga IslandiaMarkús Páll Ellertsson lahir pada 6 Februari 2006. Ia berposisi utama sebagai penyerang tengah dan saat ini memperkuat ÍA Akranes, klub yang berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Islandia, Besta deild karla.
Performa Ellertsson menjadi salah satu alasan namanya layak diperhatikan. Berdasarkan data FotMob, ia mencatatkan 14 gol di kompetisi liga sepanjang musim 2026. Jika digabungkan dengan gol yang dicetak di kompetisi piala domestik, koleksinya mencapai 15 gol.
Catatan tersebut memperlihatkan kontribusinya sebagai salah satu pemain penting di lini serang ÍA Akranes. Ia juga sempat memimpin persaingan pencetak gol terbanyak sementara Liga Islandia pada Agustus lalu sebelum posisinya digeser pemain lain.
Ellertsson bukan hanya mengandalkan penyelesaian akhir di depan gawang. Ia juga memiliki pengalaman bermain di beberapa posisi penyerangan, termasuk sayap kanan dan sayap kiri. Fleksibilitas tersebut membuatnya mempunyai pengalaman tampil di area serang yang berbeda.





