Investor teknologi asal Silicon Valley Jason Calacanis, memperingatkan harga Bitcoin berpotensi anjlok hingga US$ 57.000 dalam 12 bulan ke depan.
“Tahun yang brutal bagi Bitcoin baru saja dimulai,” ujarnya, dilansir dari BeInCrypto, Rabu (28/10/2026).
Calacanis bahkan meyakini Bitcoin tidak akan mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) baru. Dia menilai aset kripto tersebut mulai kehilangan daya tarik investor, sementara kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menawarkan peluang ekonomi yang lebih besar.
Peringatan ini kembali menyoroti rekam jejak Calacanis setelah sarannya untuk beralih ke saham AI pada Juni 2023 terbukti menguntungkan. Investasi US$ 10.000 pada saham Nvidia saat itu diperkirakan kini bernilai US$ 56.100, sedangkan investasi dengan jumlah sama pada Bitcoin menjadi sekitar US$ 30.100.
“Jual saja dan alihkan dari Bitcoin ke super intelligence,” katanya.
Meski begitu, rekam jejaknya tidak sepenuhnya konsisten. Calacanis juga sempat merekomendasikan pembelian Bitcoin pada September 2025.
Tekanan terhadap Bitcoin terlihat dari koreksi sekitar 37% dari rekor tertingginya pada Oktober 2025 di kisaran US$ 126.200.
Selain itu, dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat (AS) mencatatkan arus keluar sekitar US$ 773 juta pada 22-23 Oktober.
Glassnode memperkirakan rata-rata harga pembelian Bitcoin oleh investor ETF berada di sekitar US$ 81.500. Namun, arus dana kembali mencatatkan inflow sekitar US$ 110 juta pada 26 Oktober, sehingga belum cukup bukti untuk menyimpulkan investor institusi terus melakukan aksi jual.
Di tengah tekanan tersebut, saham semikonduktor mencatatkan kenaikan sekitar 62% dalam setahun terakhir, berbanding terbalik dengan Bitcoin yang turun sekitar 30%.
Baca Juga: Bitcoin Naik Tipis ke Rp1,44 Miliar, Pasar Kripto Masih Tertekan
Baca Juga: Bitcoin Turun 1,55% ke US$79.518, Support US$80.000 Diuji
Walaupun demikian, Bitcoin masih berkorelasi positif dengan saham teknologi. Korelasi 90 harinya dengan Nasdaq tercatat 0,38 hingga 25 Oktober, menunjukkan kedua aset masih berpotensi tertekan ketika investor menghindari risiko.
Prediksi Calacanis tetap perlu dicermati sebagai pandangan investor, bukan kepastian arah pasar. Pergerakan harga Bitcoin dan arus dana ETF dalam beberapa pekan mendatang akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah tekanan jual berlanjut.
Terlepas dari itu, jika melirik data CoinMarketCap, harga Bitcoin berada pada level US$80.797 pada Rabu (28/10/2026) pukul 13.11 WIB atau naik 1,28% dalam 24 jam terakhir.





