Pantau - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menyiapkan peta jalan transformasi badan usaha milik negara (BUMN) selama lima tahun dengan mengandalkan konsolidasi perusahaan, restrukturisasi bisnis, serta pengembangan industri berbasis teknologi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan transformasi BUMN menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kinerja perusahaan negara sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Menurut Dony, peta jalan transformasi BUMN mencakup sejumlah langkah strategis, mulai dari konsolidasi perusahaan, restrukturisasi organisasi dan bisnis, penguatan sumber daya manusia, hingga pembenahan budaya korporasi.
Selain itu, transformasi juga difokuskan pada pemanfaatan teknologi dan penciptaan nilai ekonomi yang lebih besar melalui pengelolaan perusahaan yang semakin produktif.
"Melalui konsolidasi, restrukturisasi, penguatan sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi, kami ingin meningkatkan kinerja perusahaan sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian Indonesia," kata Dony.
Danantara Mulai Terapkan Transformasi BUMN di Sektor BandaraDony menjelaskan bahwa program transformasi BUMN mulai diterapkan pada sejumlah sektor usaha, termasuk pengelolaan bandara.
Pada sektor tersebut, pembenahan dilakukan melalui peningkatan pengalaman penumpang serta pengembangan sumber pendapatan nonaeronautika atau pendapatan di luar kegiatan utama pelayanan penerbangan.
Pengembangan pendapatan nonaeronautika menjadi salah satu strategi untuk memperluas sumber penerimaan perusahaan pengelola bandara sekaligus memperkuat kinerja bisnisnya.
Melalui langkah tersebut, perusahaan pengelola bandara diharapkan tidak hanya bergantung pada pendapatan dari aktivitas penerbangan, tetapi juga mampu mengoptimalkan peluang usaha lainnya.
Dony juga menekankan pentingnya peningkatan kemampuan BUMN dalam menghasilkan keuntungan melalui pengelolaan perusahaan yang lebih baik dan produktif.
Keuntungan yang diperoleh perusahaan negara diharapkan dapat diinvestasikan kembali untuk mendukung pengembangan usaha dan memperkuat kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Danantara membangun BUMN yang memiliki kinerja keuangan lebih kuat dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.
Danantara Perkuat Industri Nasional melalui Inovasi dan TeknologiDari sisi pengembangan industri, Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia Sigit Puji Santosa menegaskan bahwa inovasi dan teknologi merupakan faktor penting dalam mempercepat transformasi ekonomi nasional.
Menurut Sigit, penguatan kemampuan industri dalam negeri diperlukan agar Indonesia tidak hanya berfokus pada kegiatan produksi, tetapi juga mampu menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi.
Peningkatan kemampuan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat daya saing produk Indonesia agar mampu berkompetisi dengan produk negara lain di pasar global.
Sigit menjelaskan bahwa pengembangan industri nasional harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap perancangan produk, riset dan pengembangan, hingga kemampuan produksi secara massal.
"Kita perlu meningkatkan kemampuan industri, mulai dari desain, riset dan pengembangan, hingga produksi massal, sehingga Indonesia dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar. Kami mengembangkan proyek-proyek di sejumlah klaster industri prioritas untuk memperkuat kapasitas nasional dan membangun industri yang lebih kompetitif," kata Sigit.
Danantara juga mengembangkan berbagai proyek pada sejumlah klaster industri prioritas sebagai bagian dari strategi memperkuat kapasitas industri nasional.
Pengembangan proyek tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan produksi dalam negeri, memperbesar nilai tambah ekonomi, serta membangun industri Indonesia yang semakin kompetitif.
Tiga Strategi Danantara Tingkatkan Daya Saing Industri IndonesiaSigit menjelaskan bahwa strategi penguatan industri nasional yang dijalankan Danantara bertumpu pada tiga prinsip utama untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing industri Indonesia.
Prinsip pertama adalah meningkatkan kompleksitas industri dengan mendorong kemampuan perusahaan menghasilkan produk dan menjalankan proses produksi menggunakan teknologi yang lebih maju.
Melalui strategi tersebut, industri nasional diharapkan mampu menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi dibandingkan kegiatan produksi yang hanya mengandalkan proses sederhana.
Prinsip kedua adalah memperdalam kapabilitas domestik melalui penguatan kemampuan industri dalam negeri, termasuk dalam bidang desain, penelitian, pengembangan teknologi, dan produksi.
Penguatan tersebut diarahkan agar industri Indonesia memiliki kemampuan yang lebih besar dalam mengembangkan produk dan teknologi secara mandiri.
Sementara itu, prinsip ketiga adalah membangun skala usaha yang mampu bersaing secara global sehingga industri nasional memiliki kapasitas produksi dan daya saing yang lebih kuat di pasar internasional.
Ketiga prinsip tersebut menjadi dasar pengembangan proyek industri prioritas Danantara untuk meningkatkan kapasitas nasional sekaligus memperkuat posisi industri Indonesia dalam persaingan global.
Melalui transformasi BUMN, pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan industri bernilai tambah tinggi, Danantara berupaya mendorong perekonomian Indonesia yang lebih produktif, efisien, dan berdaya saing dalam jangka panjang.




