JAKARTA, DISWAY.ID-- Dalam upayanya memperkuat daya saing pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) kini turut mengumumkan 3 inisiatif flagship, yang akan dijadikan landasan dalam memperkuat pertumbuhan pasar domestik.
Hal tersebut sendiri diutarakan secara langsung oleh Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang digelar secara daring pada Rabu (28/10).
BACA JUGA:Mudik Gratis Nataru 2026-2027 Dibuka 2 Desember, Kemenhub Siapkan 70 Bus ke 10 Kota, Catat Jadwalnya
Dalam hal ini, dirinya memaparkan bahwa ketiga inisiatif tersebut sendiri terdiri dari penguatan atas likuiditas dan akses pasar, perluasan fundraising dan pembentukan modal, serta pengembangan produk dan infrastruktur baru.
"Ketiga inisiatif ini diarahkan untuk meningkatkan kedalaman dan likuiditas pasar memperluas sumber pendanaan bagi perusahaan," jelas Jeffrey dalam pemaparannya.
Melanjutkan, Jeffrey turut menambahkan bahwa kehadiran 3 inisiatif ini juga merupakan upaya Bursa dalam menghadirkan produk dan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan pelaku pasar.
BACA JUGA:Honor Guru Pesantren Masih di Bawah Rp500 Ribu, Ditjen Pesantren Diharapkan Jadi Solusi
"Kami menyadari bahwa pencapaian target jangka panjang tersebut memerlukan tahapan implementasi yang akurat dan berkesinambungan," ucap Jeffrey
"Oleh karena itu, pada fase awal master plan yaitu fundamental reinvention, bursa efek Indonesia akan memprioritaskan penyelarasan produk dengan kebutuhan pasar," tambahnya.
Nantinya, prioritas tersebut juga akan menjadi fondasi rencana kerja tahun 2027, yang disusun sebagai langkah konkret untuk memperkuat fundamental BEI.
BACA JUGA:Bezzecchi Gak Sabar Hadapi MotoGP Sepang Pekan Ini
"Insiatif tersebut juga sekaligus hadir untuk mempersiapkan kapasitas yang diperlukan untuk mendukung pencapaian target strategis menuju tahun 2030," tutup Jeffrey
Sementara itu di tengah sorotan terhadap penilaian MSCI, fundamental perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia menunjukkan perkembangan positif.
Dalam hal ini, pendapatan perusahaan tercatat tumbuh 15,9 persen, disertai pertumbuhan laba bersih per Triwulan II.
Selain itu dari total 962 emiten yang tercatat di pasar modal Indonesia, sebanyak 74 persen di antaranya membukukan laba.
- 1
- 2
- »





