PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatatkan laba bersih sebesar USD23,94 juta atau Rp431 miliar hingga kuartal III-2026, turun 37 persen.
IDXChannel - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatatkan laba bersih sebesar USD23,94 juta atau Rp431 miliar hingga kuartal III-2026, turun 37 persen dari USD37,91 juta di periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini ditopang peningkatan produksi dan penjualan emas setelah penyelesaian kegiatan pushback di tambang emas terbuka River Reef, Poboya, Palu.
BRMS membukukan pendapatan sebesar USD167,58 juta atau Rp3,02 triliun hingga September 2026, turun 8,73 persen. Sejalan dengan itu, laba operasi anjlok 25,42 persen menjadi USD52,0 juta atau Rp936 miliar dari USD69,2 juta.
Dari sisi operasional, volume penjualan emas BRMS mencapai 16.748 ons pada kuartal III-2026. Perseroan mencatatkan harga jual rata-rata emas sebesar USD4.128 per ons.
Peningkatan kinerja tersebut didukung penyelesaian kegiatan pushback di tambang emas terbuka River Reef pada Juli 2026. Setelah pekerjaan tersebut rampung, BRMS mulai menambang bijih dengan kadar emas lebih tinggi sejak akhir Juli 2026. Rata-rata kadar emas bijih yang diproses mencapai 1,94 gram per ton (g/t).
Direktur Utama & Chief Executive Officer (CEO) BRMS, Agus Projosasmito mengatakan, perseroan optimistis terhadap fundamental bisnisnya di tengah dinamika kondisi makroekonomi dan pasar modal. Dia menilai penyelesaian kegiatan pushback menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong peningkatan produksi emas pada paruh kedua 2026.
"Kami cukup puas dengan pencapaian perusahaan pada kuartal III-2026. Terlepas dari faktor-faktor makro dan eksternal yang memengaruhi industri domestik dan pasar modal nasional, kami tetap percaya terhadap fundamental BRMS yang kuat," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (29/10/2026).
Selain mengoptimalkan tambang terbuka, BRMS melanjutkan pengembangan tambang emas bawah tanah di River Reef. Panjang terowongan tambang tersebut telah melampaui 975 meter dari portal atau pintu masuk tambang. Anak usaha BRMS, PT Citra Palu Minerals (CPM), menargetkan penambangan bijih berkadar emas di atas 3,2 g/t dari tambang bawah tanah dapat dimulai pada pertengahan 2027.
Perseroan juga menargetkan peningkatan kapasitas pabrik pengolahan emas dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari rampung pada awal 2027. Ekspansi ini diharapkan mendukung peningkatan produksi emas pada periode mendatang.
Di sisi pemasaran, CPM telah menandatangani perjanjian penjualan sebagian besar produksi emas dengan sejumlah pembeli pada harga yang dinilai kompetitif. BRMS berharap dapat menjual hampir seluruh produksi emasnya pada paruh kedua 2026. Agus juga menyebut pengembangan tambang bawah tanah diharapkan mendukung peningkatan produksi pada 2027 dan 2028.
Selain bisnis emas, anak usaha BRMS lainnya, PT Gorontalo Minerals, melanjutkan eksplorasi tembaga di wilayah Gorontalo. Perseroan saat ini mengoperasikan empat unit alat pengeboran eksplorasi di Cabang Kiri East dan berencana menambah jumlahnya menjadi tujuh unit pada 2027, yang akan beroperasi di tiga lokasi. Hasil pengeboran ditargetkan dapat disampaikan sebagai sumber daya mineral tembaga pada semester II-2027.
(Rahmat Fiansyah)





