Berdasarkan pembaruan di laman Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram kini berada di level Rp2.559.000. Sementara harga buyback tercatat sebesar Rp2.354.000 per gram.
Pergerakan harga ini menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan masyarakat sebelum membeli atau menjual emas. Selain memantau harga, calon investor juga perlu memahami strategi dan risiko, terutama jika memilih investasi emas digital.
Baca Juga :
Emas Antam Naik Rp20 Ribu per Gram, Momentum Tepat Amankan Aset?Berikut daftar harga emas Antam berdasarkan ukuran pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026:
Harga emas 0,5 gram: Rp1.329.500
Harga emas 1 gram: Rp2.559.000
Harga emas 2 gram: Rp5.058.000
Harga emas 3 gram: Rp7.562.000
Harga emas 5 gram: Rp12.570.000
Harga emas 10 gram: Rp25.085.000
Harga emas 25 gram: Rp62.587.000
Harga emas 50 gram: Rp125.095.000
Harga emas 100 gram: Rp250.112.000
Harga emas 250 gram: Rp625.015.000
Harga emas 500 gram: Rp1.249.820.000
Harga emas 1.000 gram: Rp2.499.600.000
Perlu diperhatikan, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,25 persen. Harga dapat berubah mengikuti pembaruan dari Logam Mulia.
Baca Juga :
Harga Emas Dipengaruhi Suku Bunga dan Geopolitik, Trader Perlu Cermati RisikoInvestasi emas digital menawarkan kemudahan karena pembelian dapat dilakukan melalui aplikasi, bahkan dengan nominal relatif kecil. Meski praktis, investor tetap perlu cermat memilih platform dan memahami biaya serta risiko yang menyertainya.
Berikut sejumlah tips investasi emas digital yang aman, dilansir dari laman Prudential.
- Pilih platform yang memiliki izin Bappebti. Pastikan penyedia layanan memiliki izin dari otoritas yang berwenang dan menyediakan informasi yang jelas mengenai emas fisik yang menjadi aset dasar investasi.
- Periksa lembaga kliring dan mekanisme transaksinya. Pastikan transaksi didukung lembaga resmi sesuai ketentuan yang berlaku, serta pahami bagaimana dana dan kepemilikan emas dicatat dan dilindungi.
- Bandingkan selisih harga beli dan jual. Selisih harga atau spread memengaruhi keuntungan. Semakin besar selisihnya, semakin besar pula kenaikan harga yang dibutuhkan agar investasi mencapai titik impas.
- Pastikan akun dilindungi sistem keamanan. Pilih aplikasi yang menyediakan fitur seperti autentikasi dua faktor (2FA), PIN transaksi, atau pemindai sidik jari.
- Beli secara rutin dengan metode DCA. Metode Dollar Cost Averaging dilakukan dengan membeli emas secara berkala menggunakan nominal yang sama. Strategi ini membantu membangun kebiasaan investasi tanpa harus menebak waktu terbaik untuk membeli.
- Mulai dari nominal kecil. Emas digital memungkinkan pembelian dalam satuan kecil sehingga investor dapat menyesuaikan jumlah investasi dengan kemampuan keuangan.
- Pantau pergerakan harga. Gunakan grafik harga untuk memahami tren dan perubahan pasar. Namun, penurunan harga tidak otomatis berarti waktu terbaik untuk membeli, sehingga keputusan tetap perlu mempertimbangkan tujuan dan risiko investasi.
- Diversifikasikan investasi. Jangan menempatkan seluruh dana pada satu instrumen. Sesuaikan pembagian aset dengan kebutuhan, tujuan keuangan, dan toleransi risiko.
- Hindari platform yang menjanjikan imbal hasil besar setiap bulan tanpa risiko. Harga emas dapat naik maupun turun dan keuntungan tidak pernah terjamin.
- Pahami biaya dan fokus pada tujuan jangka panjang. Jika berencana mencetak emas digital menjadi emas fisik, periksa biaya cetak dan pengirimannya sejak awal. Hindari menjual secara terburu-buru hanya karena harga sedang turun, tetapi tetap evaluasi investasi sesuai kebutuhan keuangan. (Wisa Irena Br Sitepu)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Emas Antam Melemah, Ini Cara Investasi Emas Digital dengan Aman Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/keuangan/aNr1BQ6K-emas-antam-melemah-ini-cara-investasi-emas-digital-dengan-aman
(ANN)





