Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (29/10/2026) diperkirakan bergerak mendatar (sideways) di tengah pelaku pasar mencermati arah kebijakan moneter di tingkat global.
Dibuka menguat, IHSG pukul 09.25 WIB bergerak melemah 44,78 poin atau 0,85 persen ke posisi 5.237,53. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 4,83 poin atau 0,90 persen ke posisi 534,64.
“Secara teknikal, diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 5.150-5.350 pada perdagangan Kamis,” ujar Ratna Lim Kepala Riset Phintraco Sekuritas, dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (29/10/2026), dilansir Antara.
Dari mancanegara, bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed sesuai ekspektasi mempertahankan suku bunga di kisaran 3.75-4.00 persen pada Rabu (28/10) waktu AS.
The Fed memilih untuk menunda perubahan suku bunga hingga setelah pemilu midterm AS pada Selasa (3/11) pekan depan, sambil menunggu data lebih lanjut mengenai arah inflasi, namun dua anggota FOMC menyatakan keberatan terhadap keputusan itu.
Kevin Warsh Ketua The Fed mengumumkan bahwa The Fed akan mengurangi jumlah pertemuan penetapan suku bunga mulai tahun 2027. Mulai tahun 2027, Warsh menyatakan salah satu dari delapan pertemuan The Fed akan difokuskan secara khusus pada strategi kebijakan moneter secara luas, sementara pertemuan lainnya akan ditujukan untuk penetapan kebijakan.
Pada tahun 2028, The Fed berencana mengadakan dua pertemuan yang berfokus pada diskusi strategi.
Sementara dari Eropa, Europan Central Bank (ECB) diperkirakan juga akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,65 persen pada pertemuan Kamis (29/10).
Dari kawasan Asia, Bank of Japan (BOJ) diproyeksikan tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level sama sejalan dengan kondisi geopolitik yang masih belum stabil.
Selanjutnya, investor akan mencermati data pertumbuhan ekonomi AS yang diperkirakan berakselerasi menjadi 3,2 persen year on year (yoy) pada kuartal III-2026 dari sebelumnya 2,2 persen (yoy) pada kuartal II-2026.
Sedangkan, indeks PCE Price AS diperkirakan meningkat menjadi 3,6 persen (yoy) pada September 2026 dari sebelumnya 3,4 persen (yoy) pada Agustus 2026. Untuk Core PCE Price AS diperkirakan menjadi 3,1 persen (yoy) dari sebelumnya 3 persen (yoy).
Dari dalam negeri, BEI dalam RUPSLB pada Rabu (28/10), telah melakukan langkah awal untuk menuju tujuan jangka panjang Demutualisasi, yaitu melakukan perubahan Anggaran Dasar, sehingga kepemilikan saham BEI tidak hanya bagi Anggota Bursa.
Ratna mengatakan dampak positif bagi investor saham diantaranya peluang investasi baru, inovasi lebih cepat, serta diharapkan adanya transparansi dan tata kelola lebih baik.
“Di sisi lain, potensi dampak negatifnya adalah potensi konflik kepentingan, dominasi entitas besar, serta penyesuaian biaya transaksi.,” ujar Ratna.
Selain itu, BEI mempertegas tiga prioritas strategis pasar modal untuk tahun 2027, yaitu meningkatkan transparansi, memperkuat likuiditas dan mengoptimalkan efektivitas pengawasan.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya untuk memulihkan kepercayaan investor di tengah tuntutan reformasi untuk memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia.
Di sisi lain, BEI menurunkan target IPO saham menjadi 15 perusahaan pada tahun 2026 dari target awal sebanyak 50 perusahaan, dan menargetkan 25 IPO saham pada tahun 2027.
“Di tengah berkurangnya kepercayaan investor akan pasar modal Indonesia, sebaiknya IPO lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas,” ujar Ratna
Bursa Eropa kompak menguat pada Rabu (28/10), diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,03 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,07 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,44 persen, sementara indeks CAC 40 Prancis cenderung stagnan.
Bursa Wall Street AS juga kompak menguat pada Rabu (28/10), diantaranya indeks S&P 500 menguat 0,28 persen, indeks Nasdaq Composite menguat 0,27 persen, serta Dow Jones Industrial Average menguat 0,19 persen.
Bursa saham regional Asia pagi ini, indeks Nikkei menguat 0,11 persen ke 64.027,00, indeks Shanghai melemah 0,53 persen ke 3.661,96, indeks Hang Seng melemah 0,17 persen ke 23.055,95, indeks Kospi melemah 2,12 persen ke 5.884,17, dan indeks Straits Times menguat 0,55 persen ke 5.427,83.(ant/fia/faz)




