Suami Siri Bunuh Istri dan Anak Tiri, Apa Motifnya?

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kasus dugaan pembunuhan ibu dan anak di Kota Madiun, Jawa Timur mengungkap sejumlah fakta yang masih didalami penyidik. Seorang perempuan berusia 30 tahun dan anak laki-lakinya yang baru berusia 4 tahun diduga menjadi korban pembunuhan yang melibatkan suami siri. Polisi telah menangkap pelaku yang merupakan suami siri korban dan kini terus mendalami kronologi, dugaan motif, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Baca Juga :

Keluarga Korban Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun Minta Pelaku Dihukum Mati
Kronologi kejadian
Kronologi kasus ini bermula pada 19 September 2026, di mana awalnya DH dan anaknya menginap di sebuah hotel di Kota Madiun, untuk merayakan ulang tahun AGF, anak dari DH. Pada 20 September alias keesokan harinya, DH diduga dibunuh di hotel.

Sementara AGF dibunuh di lokasi berbeda karena berdasarkan informasi, korban sempat melihat bagaimana pelaku membunuh istri sirinya, sehingga kemudian dibawa ke tempat lain.  Kemudian pada 23 September, jasad atau jenazah korban diduga dibakar di pekarangan rumah di Jalan Kunir, alias di rumah istri sahnya.

Kasus dugaan pembunuhan ibu dan anak di Madiun ini, bermula dari perselisihan yang dipicu dugaan kecemburuan yang terjadi.

Pada tanggal 5 Oktober, keluarga sempat melaporkan kehilangan Dini dan  anaknya ke Polres Madiun Kota. Beberapa hari berselang, tepatnya 25 Oktober, DBM atau Dwi Bagus Martono ditangkap di Kabupaten Jombang. 

Baca Juga :

Pelaku Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun Terancam Hukuman Mati
Olah TKP
Keesokan harinya 26 Oktober, polisi langsung melakukan olah TKP di tiga lokasi berbeda, bermulai dari hotel sampai dengan rumah tempat Dwi Bagus Martono ini melakukan pembakaran sampai penggilingan terhadap jasad korban. Kemudian tersangka DBM ini ditangkap di Kabupaten Jombang.

Baca Juga :

Tersangka Mutilasi Ibu-Anak di Madiun Disebut Berkepribadian Superior dan Punya IQ Tinggi
Jejak kasus pembunuhan
Terkait kasus pembunuhan ini, polisi menelusuri tiga lokasi. Yang pertama mulai dari Hotel Mataram Baru, ya diduga menjadi lokasi pembunuhan. Kemudian Gang Tentrem Jalan Doho, yang menjadi lokasi pembunuhan AGF. Sementara Jalan Kunir diduga menjadi tempat pembakaran jasad kedua korban. 

Kemudian mesin penggilingan yang dibeli tersangka dijual supaya ada indikasi tidak ada upaya yang bisa diendus oleh pihak kepolisian. Tersangka juga berencana membuang sisa jasad korban ke laut. 
Dugaan motif pembunuhan
Sementara dugaan motif pembunuhan diduga karena persoalan rumah tangga dan dugaan kecemburuan. Polisi juga mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Sumber: Redaksi Metro TV


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Dalami Dugaan Kickback Vendor kepada Oknum BNPB dalam Kasus Dana Siap Pakai
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Jadi Saksi di Sidang Dokter Tifa, Ade Darmawan Beri Keterangan soal Foto Jokowi
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Momen Polres Metro Bekasi Bekali 38 Peserta Lintas Ormas Jadi Ahli Cukur Rambut
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
PSI Usul Jalur PTUN soal Polemik Ijazah Gibran, PKS: Kalau Benar, Saya Tunjukkan | SATU MEJA
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Anak Usia 7 Tahun Takut Dewasa dan Kehilangan Orang Tua, Bagaimana Menyikapinya?
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.