Sekolah Rakyat Tampung 44.000 Siswa dari Keluarga Miskin, Fasilitas Gratis hingga Asrama

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah terus mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program Sekolah Rakyat yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. 

Program pendidikan gratis berbasis asrama ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu agar bisa meraih masa depan yang lebih baik.

Saat ini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 182 titik yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Program tersebut menampung lebih dari 44.000 siswa, mulai dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Dari seluruh lokasi yang beroperasi, lebih dari 90 titik Sekolah Rakyat telah menempati gedung permanen. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung proses belajar mengajar agar berlangsung lebih nyaman, terarah, dan berkelanjutan.

Berbeda dari sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berbasis asrama. Dengan sistem ini, siswa tidak hanya mendapatkan akses pembelajaran secara gratis, tetapi juga memperoleh dukungan kebutuhan sehari-hari selama mengikuti pendidikan.


Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 DKI Jakarta pada Minggu (11/10/2026) malam.-dok disway-

 

Fasilitas yang disediakan mencakup tempat tinggal, makanan bergizi tiga kali sehari, serta dua kali makanan ringan. Pemerintah juga menyediakan seragam, perlengkapan sekolah, dan berbagai kebutuhan pribadi siswa.

BACA JUGA:Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Buka Akses Pendidikan Gratis bagi 44 Ribu Anak, Gus Ipul: Saya Terharu

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menilai Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, melainkan telah berkembang menjadi model pendidikan sekaligus instrumen pemberdayaan masyarakat untuk memutus mata rantai kemiskinan.

“Hari ini kita semua telah menyaksikan Sekolah Rakyat yang didesain sejak awal benar-benar menjangkau masyarakat miskin, terutama yang tidak terjangkau kebijakan, the invisible people,” ujar Muhaimin.

Dilengkapi Teknologi Modern

Untuk menunjang kualitas pembelajaran, fasilitas Sekolah Rakyat dikembangkan secara bertahap. Dukungan sarana pendidikan mencakup laptop, papan interaktif digital atau smartboard, laboratorium, perpustakaan, tempat ibadah, hingga sarana olahraga.

Pemanfaatan teknologi seperti laptop dan papan interaktif digital diharapkan dapat membantu siswa mengenal metode pembelajaran yang lebih beragam. 

Sementara itu, laboratorium dan perpustakaan dapat mendukung kegiatan belajar yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mendorong siswa memperluas wawasan dan mengembangkan kemampuan praktis.

Di sisi lain, fasilitas olahraga dan tempat ibadah menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh, baik dari sisi pengetahuan, kesehatan fisik, maupun karakter.

Pengembangan sarana secara bertahap juga penting agar layanan pendidikan di berbagai lokasi dapat terus ditingkatkan sesuai kebutuhan. 

Dengan begitu, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang layak bagi anak-anak dari latar belakang ekonomi yang kurang beruntung.

Upaya Memutus Rantai Kemiskinan melalui Pendidikan

Pengembangan Sekolah Rakyat memiliki peran strategis dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. 

Anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem sering kali menghadapi tantangan dalam mengakses pendidikan, mulai dari keterbatasan biaya hingga kebutuhan dasar yang belum terpenuhi.

Melalui pendidikan gratis berbasis asrama, sejumlah kebutuhan tersebut dapat ditangani secara terpadu. Siswa memiliki kesempatan untuk belajar, tinggal di lingkungan pendidikan, memperoleh makanan bergizi, serta mengembangkan kemampuan diri tanpa harus menanggung seluruh biaya kebutuhan tersebut secara mandiri.

BACA JUGA:Peringatan 1 Tahun Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Negara Hadir Memutus Rantai Kemiskinan

“Sekolah Rakyat hari ini telah hadir mewarnai dan memberi inspirasi kita semua untuk terus meletakkan pendidikan sebagai pemutus mata rantai kemiskinan, membawa masa depan yang lebih baik dan insyaallah membawa kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia,” ujar Muhaimin.

Asesmen

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa siswa Sekolah Rakyat merupakan anak-anak istimewa lantaran berasal dari latar belakang beragam. 

Untuk itu, asesmen menjadi dasar dalam menentukan dukungan belajar, pengasuhan, hingga layanan rehabilitasi sosial yang dibutuhkan sesuai kondisi masing-masing.

"Di sekolah rakyat, ingat, asesmen bukan formalitas administratif. Asesmen adalah yang menentukan dukungan belajar seperti apa yang diberikan, pengasuhan seperti apa yang dibutuhkan, dan rehabilitasi sosial seperti apa yang harus dijalankan untuk setiap anak," kata Gus Ipul.

Menurutnya, siswa Sekolah Rakyat memiliki latar belakang dan kondisi yang beragam. Karena siswa dijangkau berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya Desil 1 dan 2, mereka tidak melalui seleksi akademik.

Kondisi tersebut membuat asesmen awal menjadi penting untuk mengetahui kondisi fisik, kemampuan akademik dasar, kondisi mental, serta kerentanan psikososial siswa.

"Tanpa asesmen yang benar, guru bisa salah mengajar, wali asuh bisa salah mendampingi. Maka seluruh proses yang akan saya jelaskan ini sesungguhnya berputar pada satu poros, data dan asesmen yang akurat tentang setiap anak," ujarnya.

BACA JUGA:Hadapi Banyak Tantangan, Gus Ipul Kumpulkan Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia

44 Ribu Anak Keluarga Miskin Dapat Akses Pendidikan Gratis

Berdasarkan catatan Kementerian Sosial (Kemsos), saat ini, lebih dari 44 ribu anak dari berbagai jenjang pendidikan mendapatkan kembali akses pendidikan gratis dan berkualitas melalui program Sekolah Rakyat.

“Pemerintah memastikan lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin jenjang SD, SMP, hingga SMA kembali mendapat akses pendidikan berkualitas secara gratis, sehingga kemiskinan orang tua tidak lagi menjadi penghalang masa depan anak,” kata Kepala Biro Humas Kemensos Devi Deliani.

Ia menyebut, sekolah Rakyat kini telah menjangkau 182 wilayah, melonjak dari 166 titik dan lebih dari 14.700 peserta didik di tahun pertama.

Komitmen negara untuk terus memperluas jangkauan agar anak yang selama ini tidak tertampung bisa kembali duduk di bangku sekolah.

Setiap siswa terdaftar berdasarkan nama dan alamat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Sehingga bantuan negara sampai tepat pada anak yang benar-benar membutuhkan, bukan sekedar angka di atas kertas" ujarnya.

Tahun ini, 93 gedung Sekolah Rakyat permanen telah rampung dibangun, mulai beroperasi pertengahan Juli hingga awal September ini, agar semakin banyak anak belajar dengan fasilitas setara sekolah unggulan tanpa harus menunggu lebih lama. 

"Sesuai arahan Presiden Prabowo, negara menargetkan lebih dari 150 ribu siswa terlayani pada 2027, hingga kelak setiap kabupaten dan kota memiliki minimal satu gedung permanen berkapasitas lebih dari 2 ribu siswa," tutupnya.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung Sebelum 15 Desember
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Soal Insentif Mobil Hybrid, Ini Bocorannya
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Polantas Diminta Tidak Arogan dalam Operasi Patuh 2026
• 17 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenag Target Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Kurikulum Akhir 2026
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pascapenyampaian Aspirasi, Pasukan Oranye Bersihkan Fasilitas Umum di Jakarta
• 27 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.