Hujan Mulai Guyur Pacitan, Ancaman Kekeringan Belum Berakhir di Tengah El Nino

beritajatim.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pacitan (beritajatim.com) – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Fenomena ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah ancaman kekeringan dan krisis air bersih yang masih membayangi sejumlah kawasan.

Hujan terpantau mulai turun di wilayah Kota Pacitan, Kecamatan Tulakan, Kebonagung, hingga Pringkuku. Kondisi tersebut terjadi ketika prediksi fenomena El Nino masih menjadi perhatian karena berpotensi memperpanjang musim kemarau.

Meski demikian, turunnya hujan belum bisa menjadi penanda berakhirnya musim kemarau secara menyeluruh. Masyarakat tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca, terutama karena intensitas dan sebaran hujan diperkirakan belum merata di seluruh wilayah Pacitan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan, Yagus Triarso, menjelaskan bahwa berdasarkan rilis BMKG Nganjuk, dinamika atmosfer saat ini menunjukkan mulai melemahnya angin timuran yang selama ini mendominasi wilayah Indonesia.

Kondisi tersebut diikuti perubahan pola angin dengan mulai masuknya aliran angin dari arah timur laut hingga Pasifik barat. Perubahan ini menjadi salah satu indikasi peralihan musim kemarau menuju musim hujan atau masa pancaroba.

“Potensi hujan diperkirakan meningkat dan berpeluang bertahan hingga awal November 2026,” kata Yagus. Ditulis Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, aliran angin dari kawasan Pasifik berpotensi membawa massa udara yang lebih lembap sehingga meningkatkan kandungan uap air di atmosfer. Kondisi tersebut dapat mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama jika disertai aktivitas gelombang atmosfer dan faktor lokal lainnya.

Namun, peningkatan potensi hujan tidak serta-merta membuat seluruh wilayah Pacitan langsung diguyur hujan dengan intensitas yang sama. Perbedaan kondisi atmosfer dan faktor lokal memungkinkan hujan turun dengan intensitas serta sebaran yang bervariasi.

Yagus menegaskan, hujan yang mulai mengguyur sejumlah kawasan Pacitan merupakan bagian dari dinamika peralihan musim. Karena itu, masyarakat tidak boleh langsung menganggap musim hujan telah dimulai secara merata.

Di sisi lain, masa pancaroba juga berpotensi memicu cuaca ekstrem. Masyarakat diminta mewaspadai kemungkinan hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, terutama ketika terjadi perubahan cuaca secara cepat.

BPBD Pacitan berharap hujan yang mulai turun dapat membantu mengurangi dampak kekeringan yang selama ini dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Meski demikian, upaya antisipasi krisis air bersih tetap perlu dilakukan hingga kondisi cuaca benar-benar membaik.

Masyarakat diimbau terus memantau informasi prakiraan cuaca resmi dan mengambil langkah antisipasi terhadap perubahan cuaca selama masa peralihan musim.

Dengan meningkatnya potensi hujan hingga awal November mendatang, masyarakat Pacitan diharapkan tetap waspada. Sebab, meski hujan mulai membawa harapan di tengah kekeringan, ancaman cuaca ekstrem dan keterbatasan air bersih belum sepenuhnya berakhir. (tri/ted)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Operasi Patuh 2026, Korlantas Polri Minta Personel Humanis dan Tak Arogan 
• 57 menit laluokezone.com
thumb
Link Live Streaming Timnas Indonesia U-15 Vs Luksemburg di Perempat Final Piala Dunia U-15 2026
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
4 Pemain Lokal Paling Gokil di Pekan ke-7 BRI Super League 2026/2027: Adam Alis, Rizky Ridho, dan Duo Borneo FC Beri Bukti
• 19 jam lalubola.com
thumb
Hormati Aksi Mahasiswa, Pemerintah Komitmen Tangani Isu Lingkungan hingga Pendidikan
• 19 jam lalukompas.id
thumb
Perkuat Karakter Kader, NasDem Gelar Sekolah Pemikiran Bung Hatta
• 9 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.