Grid.ID - Pihak Sarwendah telah menyerahkan ratusan bukti untuk memperkuat posisinya dalam mendapatkan hak asuh anak. Namun, di sisi lain, pihaknya tak ingin menggiring opini dan menjatuhkan Ruben Onsu.
Ya, konflik perembutan hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah masih menjadi perbincangan publik. Bukti itu ia serahkan pada Rabu (28/10/2026).
Dikutip dari TribunewsDepok pada Kamis (29/10/2026), Sarwendah diwakili oleh tim kuasa hukumnya, yakni Mark Adrianus, Abraham Simon, dan Chris Sam Siwu. Dalam agenda penyerahan bukti itu, pihaknya membawa ratusan barang bukti yang memperkuat posisi Sarwendah.
"Kedatangan kami hari ini sesuai agendanya adalah bukti-bukti yang akan kami sampaikan sebagai Tergugat," ujarnya.
"Per hari ini kami ada sekitar 102 bukti," lanjutnya.
Abraham mengungkap bahwa bukti yang telah diunggah ke situs resmi pengadilan tersebut merupakan bukti fisik maupun digital. Ia menyebut bahwa selanjutnya akan dilakukan verifikasi bersama.
"Jadi nanti bukti-bukti akan kita sampaikan kepada majelis hakim dan akan diverifikasi bersama dengan kuasa hukum Penggugat," lanjutnya.
Beberapa bukti, lanjutnya, merupakan dalam bentuk video. Bukti yang dibawa oleh kuasa hukum Sarwendah ini disebut akan menunjukkan kelayakan mantan istri Ruben Onsu itu untuk mendapatkan hak asuh anak.
"Intinya beberapa video yang memang ibaratnya menunjukkan kelayakan-kelayakan dari klien kami dan mungkin kelemahan-kelemahan dari pihak Penggugat, ya yang pasti itu kami sajikan," terangnya.
Dirinya juga tegas mengatakan bahwa bukti yang dibawa oleh timnya adalah fakta yang terjadi. Selain itu, ia menegaskan bahwa bukti tersebut tanpa rekayasa.
"Karena memang apa yang kami sampaikan adalah fakta, tidak ada rekayasa, dan beberapa bukti juga didukung oleh keterangan dari ahli," jelasnya.
"Jadi bukti yang kami sampaikan asli, autentik, dan sama sekali tidak ada editing atau manipulasi," lanjutnya.
Kendati begitu, pihak Sarwendah enggan menggiring opini terkait kelayakan Ruben Onsu mendapatkan hak asuh anak. Dikutip dari Tribunseleb pada Kamis (29/10/2026), Abraham mengungkap bahwa pihaknya akan menunjukkan bahwa kliennya berhak dan layak untuk mendapatkan hak asuh tersebut.
"Kita akan menunjukkan bagaimana klien kami ini layak untuk mendapatkan dan mempertahankan hak asuhnya," terangnya.
Kendati begitu, pihaknya membantah menggiring opini publik terkait kelayakan Ruben Onsu untuk mendapatkan hak asuh anak. Pihaknya juga ingin menunjukkan bahwa Sarwendah telah berupaya memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.
"Nah, untuk menunjukkan kelayakan klien kami, kami harus menunjukkan peristiwa-peristiwa yang terjadi, yang membuat hakim pemeriksa perkara, yakin klien kami memang memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, untuk kepentingan anak, yang terbaik bagi anak," lanjutnya.
Abraham juga mengungkap bahwa pihaknya tidak berniat untuk menyudutkan pemilik nama lengkap Ruben Samuel Onsu itu. Mengenai hak asuh anak yang tengah diperebutkan itu, Abraham menyebut bahwa yang berhak mendapatkan adalah pihak yang paling layak.
"Kami tidak bermaksud mendeskreditkan penggugat," ujarnya.
"Kami juga tidak bermaksud menggiring opini bahwa penggugat tidak layak. Tidak," sambungnya.
Abraham juga menyebut beberapa faktor yang membuat seseorang dapat memenangkan hak asuh. Pihaknya juga mengaku menyampaikan keterangan sesuai dengan keadaan yang ada.
"Kami hanya menyampaikan bahwa perkara hak asuh anak yang dinilai majelis hakim adalah kelayakan," kata Abraham.
"Kelayakan itu banyak faktornya, finansial, emosional, moralitas, kemudian kesehatan, itu semuanya diperhatikan. Dan kami menyampaikan apa adanya," terangnya. (*)
Baca Juga: Ruben Onsu Diperiksa Polisi Terkait Laporan Akses Ilegal, Mantan Suami Sarwendah Buktikan Ada Dugaan Tindak Pidana
Artikel Asli




