Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade mengungkapkan, Kabupaten Tanah Datar mendapatkan lima paket pekerjaan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) dengan total anggaran sekitar Rp93,2 miliar pada 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat perbaikan jalan kabupaten dan jalan provinsi yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat.
Hal itu disampaikan Andre saat meninjau lokasi pekerjaan IJD bersama Bupati Tanah Datar Eka Putra, Wakil Bupati Ahmad Fadly, dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Elsa Friandi Putra, Rabu (28/10/2026) malam.
Andre mengatakan, keberhasilan mendapatkan alokasi IJD tersebut tidak terlepas dari perjuangan Bupati Eka Putra yang terus berkoordinasi dengan dirinya dan pemerintah pusat untuk memperjuangkan perbaikan infrastruktur di Tanah Datar. “Alhamdulillah, Bupati Tanah Datar Eka Putra sudah berjuang keras. Jalan-jalan di Tanah Datar, baik jalan provinsi maupun jalan kabupaten, berhasil mendapatkan lima paket IJD dengan total sekitar Rp93 miliar,” kata Andre.
Andre menegaskan, sejumlah jalan rusak di Tanah Datar yang selama ini menjadi sorotan masyarakat merupakan jalan provinsi, sehingga penanganannya membutuhkan koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. “Jalan-jalan rusak di Kabupaten Tanah Datar yang viral itu rata-rata jalan provinsi, bukan tanggung jawab Pak Bupati semata. Tetapi Bupati dan saya bersama jajaran terkait terus berjuang. Alhamdulillah, jalan-jalan yang menjadi perhatian masyarakat itu tahun ini masuk dalam program IJD 2026,” ujarnya.
Andre juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta jajaran Kementerian PU dan BPJN Sumbar yang telah memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di Sumbar. “Salah satu sasaran penting pembangunan jalan tersebut adalah meningkatkan kualitas konektivitas dari Payakumbuh menuju Batusangkar. Penanganannya dilakukan secara bertahap melalui sejumlah ruas jalan yang masuk dalam program IJD.
Dalam penjelasannya, Andre menyebut ruas Payakumbuh–Sitangkai, Sitangkai–Guguk Cino, Guguk Cino–Batusangkar, Simpang Baso–Piladang, Simpang Bukit Gombak–Simpang Piliang, serta Batusangkar–Simpuruik–Sungayang sebagai bagian dari jalur dan lokasi yang mendapat perhatian dalam program perbaikan jalan. “Jadi nanti tahun 2027, jalan dari Payakumbuh sampai ke Batusangkar itu insya Allah mulus. Ini tentu akan sangat membantu masyarakat, memperlancar mobilitas, dan meningkatkan konektivitas antarwilayah,” kata Andre.
Andre menambahkan, ruas Simpang Baso–Piladang juga menjadi perhatian karena merupakan akses menuju kawasan Sekolah Rakyat. Perbaikan jalan tersebut diharapkan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan akses terhadap fasilitas pendidikan.
Sementara itu, pekerjaan IJD 2026 di Tanah Datar sedang memasuki proses pemilihan penyedia. Pelaksanaan ditargetkan dapat dimulai pada awal Desember 2026, dengan catatan perizinan yang diperlukan telah terbit.
Andre menilai program tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, DPR RI, dan pemerintah pusat untuk menghasilkan dukungan konkret bagi pembangunan daerah.
Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan, kondisi jalan di tujuh pintu masuk menuju Tanah Datar sebelumnya membutuhkan penanganan serius. Pemerintah kabupaten kemudian berkoordinasi dengan Andre Rosiade untuk menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah pusat.
Menurut Eka, aspirasi itu diteruskan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto hingga mendapatkan respons positif. “Alhamdulillah, perjuangan itu mendapat respons. Kami bersama masyarakat Tanah Datar mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah banyak membantu Kabupaten Tanah Datar,” kata Eka.
Eka berharap perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di Tanah Datar terus berlanjut sehingga kondisi jalan semakin baik, konektivitas meningkat, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat terdorong.
Tiga Prioritas 2027
Andre menegaskan, perjuangan pembangunan jalan di Tanah Datar tidak berhenti pada program IJD 2026. Bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, pihaknya telah menyiapkan sejumlah usulan lanjutan untuk diperjuangkan dalam program IJD 2027.
Tiga prioritas yang disebutkan dalam pembicaraan tersebut adalah ruas Batusangkar–Ombilin, Kubu Karambia–Batusangkar, serta pembangunan jalan alternatif untuk mengurai kemacetan di kawasan Koto Baru.
Khusus ruas Batusangkar–Ombilin, Andre menyebut pihaknya telah mengomunikasikan usulan penanganannya kepada Menteri Pekerjaan Umum. “Pak Menteri sudah setuju bahwa tahun 2027 akan kita masukkan dalam IJD 2027,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk mengatasi kemacetan di Koto Baru, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah menyiapkan rencana pembangunan jalan alternatif dua jalur. Proses pembebasan lahan saat ini sedang berjalan dengan menggunakan APBD Kabupaten Tanah Datar.
Jalan alternatif tersebut diharapkan membantu mengurai kepadatan lalu lintas, terutama kendaraan dari arah Padang menuju kawasan Koto Baru dan sebaliknya. “Pembebasan lahannya sedang berproses menggunakan APBD Tanah Datar. Insyaallah, setelah pembebasan lahan selesai, akan kita usulkan melalui IJD 2027 agar kemacetan di Koto Baru bisa terurai,” kata Andre.
Kepala BPJN Sumbar Elsa Friandi Putra menjelaskan, lima paket pekerjaan IJD di Tanah Datar saat ini sedang memasuki tahapan pemilihan penyedia. Jika perizinan yang diperlukan telah terbit, pekerjaan ditargetkan mulai dilaksanakan pada awal Desember 2026.
“Seperti yang disampaikan Pak Andre dan Pak Eka, tahun ini kita akan melaksanakan lima kegiatan di Tanah Datar. Jalan kabupaten dan jalan provinsi ini sedang dalam proses pemilihan penyedia. Insyaallah, kalau izinnya keluar, awal Desember sudah mulai pekerjaan,” ujar Andi, sapaannya.
Andi menambahkan, pekerjaan akan memanfaatkan trase atau jalur jalan yang sudah ada. Dengan demikian, kebutuhan pembebasan lahan diharapkan tidak terlalu signifikan. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga akan terus dilakukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan proyek.
Dengan alokasi IJD 2026 sekitar Rp93,2 miliar dan persiapan usulan lanjutan untuk 2027, Andre berharap perbaikan jalan di Tanah Datar dapat berjalan berkesinambungan. Selain memperbaiki jalan rusak, program tersebut diharapkan memperkuat konektivitas Payakumbuh–Batusangkar, meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan, serta mengurangi kemacetan di jalur strategis Sumatera Barat.





