FBI Menggerebek Rumah Mewah Miliarder, Skandal Eric Swalwell Semakin Membesar

erabaru.net
7 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Pada Selasa (27 Oktober) pagi, agen Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) tiba-tiba menggeledah sebuah rumah mewah milik seorang miliarder di Beverly Hills, California. Operasi tersebut berkaitan dengan penyelidikan terhadap mantan anggota DPR AS dari Partai Demokrat yang mewakili California, Eric Swalwell.

Menurut laporan Fox News, rumah mewah yang digeledah itu milik miliarder Stephen Cloobeck, yang telah lama mendukung Swalwell.

Pada awal tahun ini, Swalwell dituduh melakukan pelanggaran seksual oleh sedikitnya lima perempuan. Setelah itu, ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota Kongres dan menarik diri dari pencalonan gubernur California.

Pada Agustus tahun ini, FBI juga menggeledah kediamannya di Washington dan menyita perangkat elektronik miliknya di Bandara San Francisco. Namun, saat itu ia tidak ditangkap.

Yang lebih menarik perhatian, perkembangan baru juga muncul terkait hubungan Swalwell dengan seorang perempuan keturunan Tionghoa yang diduga terlibat dalam kegiatan intelijen Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Pada Senin, Gedung Putih merilis sejumlah dokumen FBI yang telah dideklasifikasi. Dokumen tersebut mengungkapkan bahwa Swalwell pernah mengakui kepada penyidik bahwa dirinya beberapa kali melakukan hubungan seksual dengan seorang perempuan bernama Fang Fang. Hubungan seksual terakhir mereka disebut terjadi pada Maret 2015.

FBI pernah memanggil dan meminta keterangan Swalwell mengenai hubungannya dengan Fang Fang sebanyak dua kali, yakni pada 2015 dan 2016.

Fang Fang dicurigai memiliki hubungan dengan Kementerian Keamanan Negara Tiongkok. Kedua orang tuanya juga diduga merupakan agen intelijen PKT.

Swalwell telah menjabat sebagai anggota Kongres AS selama 13 tahun. Ketika mengundurkan diri pada April tahun ini, ia menyatakan akan membantah tuduhan serius yang menurutnya sama sekali tidak benar terhadap dirinya. Namun, ia juga mengatakan akan bertanggung jawab atas kesalahan yang memang telah dilakukannya.

Hingga kini, belum ada pengumuman mengenai bukti apa yang sebenarnya dicari FBI di rumah mewah tersebut. Penyelidikan masih berlangsung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seorang Petugas Tewas Tertimpa Pohon saat Padamkan Karhutla di Toraja Utara
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Operasi Patuh 2026, Korlantas Polri Minta Personel Humanis dan Tak Arogan 
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Pasokan Batu Bara untuk PLTU Captive Smelter Tak Lagi Masuk Skema DMO
• 49 menit lalukumparan.com
thumb
Kemendagri Rilis Buku Pengalaman 12 Pj Kepala Daerah Selama Pilkada 2024
• 2 jam laludetik.com
thumb
Trump Tak Mau Ikut Campur Urusan Politik Brasil Usai Flavio Bolsonaro Kabur ke AS
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.