Warga Kota Kecil di Spanyol Turun Tangan Bantu Korban Kecelakaan Kereta

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Urda: Warga kota kecil Urda di Spanyol bergegas memberikan bantuan setelah mendengar kabar kecelakaan kereta mematikan pada Rabu 28 Oktober 2026.

Kecelakaan tersebut terjadi di jalur kereta api yang berjarak beberapa kilometer dari kota yang biasanya tenang itu.

Apoteker berusia 78 tahun di Urda diketahui menjadi salah satu orang pertama yang tiba di lokasi kecelakaan. Pria bernama Antonia Gracia tersebut langsung mengendarai mobil untuk memberikan bantuan setelah putrinya memberi tahu tentang kecelakaan yang melibatkan dua kereta berkecepatan tinggi tersebut.

Baca Juga :

Spanyol Umumkan Tiga Hari Berkabung usai Tabrakan Kereta Menewaskan 68 Orang
Ia mengatakan, saat mendekati lokasi, ia mulai menyadari besarnya kecelakaan yang sejauh ini menewaskan sedikitnya 68 orang. Satu gerbong kereta tampak tersangkut di dalam gerbong lainnya, sementara puluhan jenazah terlihat di lokasi.

“Bayangkan saja apa yang ada di dalamnya,” jelas Garcia, seperti dikutip dari Asia One, Kamis 29 Oktober 2026.

Ia membawa perlengkapan pertolongan pertama, obat pereda nyeri, obat penenang, serta selimut dari apoteknya untuk membantu menangani para korban luka.

Garcia menceritakan seorang penumpang yang kehilangan lengannya dalam kecelakaan itu tetap tenang saat meminta ambulans. Sementara itu, penumpang lainnya berpamitan untuk terakhir kalinya kepada keluarganya.

“Kata-kata terakhirnya adalah ‘Tuhan itu baik’. Bagi kami yang beriman, itu adalah kata-kata yang sangat indah,” ujar Garcia.

Warga lainnya turut membawa botol-botol air untuk dibagikan kepada penumpang yang dievakuasi dari kedua kereta tersebut.

Beberapa jam kemudian, Urda dipenuhi polisi, petugas pemadam kebakaran, dan personel layanan darurat dari berbagai wilayah. Gedung olahraga setempat dialihfungsikan menjadi pusat penampungan para penyintas.

Sementara itu, sekolah dasar setempat disediakan bagi keluarga korban. Seorang psikolog relawan dari Madrid bernama Carmen mengatakan dirinya telah membantu di lokasi sejak pagi.

“Ada banyak ibu yang mendapat kabar bahwa anak-anak mereka tewas. Itulah hal terburuk hari ini. Memberi tahu seorang ibu bahwa anaknya meninggal dalam kecelakaan kereta sungguh menghancurkan hati,” ucapnya.

Sejumlah anggota keluarga menempuh perjalanan selama dua jam dari ibu kota Spanyol, Madrid, untuk mencari kerabat mereka.

Seorang perempuan yang memperkenalkan dirinya sebagai Ana mengatakan ia datang ke Urda setelah dihubungi polisi lingkungan yang menemukan anjingnya, Trece. Anjing tersebut berada di salah satu kereta bersama suaminya, Pepe.

Ana berusaha menahan tangis saat menceritakan upayanya mencari sang suami di lokasi kecelakaan, gedung olahraga Urda, dan sekolah dasar setempat. Ia mengatakan nama suaminya tidak tercantum dalam daftar mana pun.

(Razaqa Hariz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mutilasi Istri dan Anak, Dwi Bagus: Saya Khilaf!
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Perkuat Pasar Modal Domestik, BEI Akan Jalankan Tiga Inisiatif Ini
• 21 jam laludisway.id
thumb
Berdarah Minang! Ini Paras Alvin Tedjo Jadi Wali Kota di Kanada
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Amri/Nita siap hadapi Dejan/Felisha di Hylo Open 2026
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Hasil ACL 2: Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Persib Bandung Tinggal Butuh Satu Kemenangan untuk Amankan Tiket Fase Knockout
• 20 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.