Pantau - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi, meminta percepatan aktivasi 6.811 sambungan rumah (SR) jaringan gas bumi atau jargas yang telah selesai dibangun, tetapi hingga kini belum dapat dimanfaatkan masyarakat.
Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Suparti, menyampaikan bahwa seluruh pekerjaan konstruksi jaringan tersebut telah rampung.
Namun, ribuan sambungan gas yang dibangun untuk kebutuhan rumah tangga di Kecamatan Tungkal Ilir itu belum beroperasi karena masih menunggu proses aktivasi.
"Pekerjaan konstruksi sudah selesai, namun belum aktivasi, Pemkab berharap jargas yang sudah selesai dibangun dapat segera diaktivasi," kata Suparti di Kuala Tungkal, Kamis (29/10/2026).
Sebanyak 6.811 Sambungan Jargas Belum Bisa Digunakan WargaSuparti menjelaskan bahwa pembangunan fisik jaringan gas bumi untuk ribuan rumah tangga di Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah diselesaikan.
Meski demikian, fasilitas tersebut belum memberikan manfaat langsung karena gas belum dialirkan kepada pelanggan.
Pemerintah daerah berharap proses aktivasi segera dilaksanakan agar infrastruktur yang telah dibangun dapat digunakan masyarakat.
Menurut Suparti, keberadaan jaringan gas bumi di Kecamatan Tungkal Ilir penting sebagai alternatif energi untuk kebutuhan rumah tangga.
Penggunaan jargas diharapkan dapat memberikan pilihan energi yang lebih ekonomis, aman, dan ramah lingkungan bagi warga.
Pemkab Tanjung Jabung Barat juga menyatakan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat pengoperasian jaringan tersebut.
Wakil Bupati Minta Kementerian ESDM Percepat PengoperasianSebelumnya, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Katamso telah meminta Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat pengoperasian jargas di wilayahnya.
Katamso menekankan bahwa infrastruktur yang sudah selesai dibangun seharusnya segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
"Perhatian kami, bagaimana infrastruktur yang sudah selesai dibangun ini dapat segera difungsikan. Masyarakat sangat membutuhkan jargas, tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk mendukung kegiatan UMKM," ungkapnya.
Menurutnya, pemanfaatan jaringan gas tidak hanya diperlukan oleh rumah tangga, tetapi juga dapat mendukung kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemerintah daerah berharap percepatan pengoperasian jaringan tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Pemkab Tanjabbar Usulkan Tambahan 19.750 Sambungan Gas pada 2027Selain meminta aktivasi jaringan yang telah selesai dibangun, Pemkab Tanjung Jabung Barat mengusulkan penambahan 19.750 sambungan rumah jargas baru.
Usulan tersebut ditujukan untuk mendapatkan prioritas dalam program pembangunan jaringan gas bumi nasional pada 2027.
Katamso menjelaskan bahwa sambungan baru yang diusulkan akan tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Pemerintah daerah berharap perluasan jaringan gas dapat menjangkau lebih banyak rumah tangga dan memperkuat akses masyarakat terhadap energi.
Menurutnya, pengembangan jargas juga diperlukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap elpiji tiga kilogram bersubsidi.
Hal itu menjadi perhatian pemerintah daerah karena pasokan elpiji bersubsidi tersebut kerap mengalami kelangkaan di pasaran.
Pemerintah Daerah Dorong Pengurangan Ketergantungan Elpiji SubsidiKatamso menilai pengembangan jaringan gas bumi menjadi salah satu langkah untuk menyediakan alternatif energi bagi masyarakat.
Dengan tersedianya jaringan gas rumah tangga, pemerintah daerah berharap warga memiliki pilihan sumber energi selain elpiji tabung tiga kilogram.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur energi dapat memberikan manfaat secara langsung.
"Koordinasi seperti ini penting untuk memastikan pembangunan dari pemerintah pusat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami akan terus mengawal agar jargas yang selesai dapat segera mengalir. Usulan sambungan baru mendapat perhatian," tutupnya.
Pemkab Tanjung Jabung Barat memastikan akan terus mengawal proses aktivasi 6.811 sambungan yang telah rampung sekaligus memperjuangkan usulan perluasan jaringan gas pada 2027.




